IPOT Syariah Itu Halal, Tidak Mengandung Riba dan Terhindar dari Ba'i Al-Ma'Dum

Setyo Sudirman
Karya Setyo Sudirman Kategori Inspiratif
dipublikasikan 20 April 2018
IPOT Syariah Itu Halal, Tidak Mengandung Riba dan Terhindar dari Ba'i Al-Ma'Dum

JEMBER - Seminar Nasional Pasar Modal Syariah berlangsung gayeng di Gedung Teater Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Jember, Selasa, 17 April 2018. Sedikitnya 228 peserta yang terdiri atas dosen, mahasiswa dan masyarakat umum hadir di acara yang diawali pembacaan Ayat Suci Al Qur'an oleh Sdr. Asnawi dan kumandang lagu Indonesia Raya & Mars Fossei yang dipimpin Ifftita.

Acara ini dihadiri empat narasumber yaitu Pembina KSEI FEBI IAIN Jember, Dr.Misbachul Munir, SE. MM, Perwakilan BEI, Derry Yustria, Wakil DSN-MUI, Kanny Hidayat dan Marketing Officer PT Indo Premeier Sekuritas, IPOT Malang, Ammi Nabila Fauzi.

Antusiasme peserta terlihat dari pertanyaan-pertanyaan yang diilontarkan mahasiswa pada para narasumber. Pada pemateri pertama dari Bursak Efek Indonesia Derry Yustria, seorang mahasiswa bertanya mengenai sistem bagi hasil dalam investasi saham syariah.

"Dalam saham pembagian hasil usaha disebut dengan deviden dimana deviden tersebut dibagikan apabila perusahaan yang Anda miliki tersebut mendapatkan keuntungan,” terang Derry.

Penanya lain menyodorkan pertanyaannya pada Kanny Hidayat selaku wakil dari DSN-MUI. Menjawab pertanyaan "Apakah sama akad bagi hasil di saham maupun forex?", Kanny menegaskan bahwa secara akadnya beda.

"Bagi hasil dalam saham disedut sidqah (memberi) dalam hal dividen, sedangakan Forex di sini transaksi mata uang sehingga secara fiqih tidak boleh,” tnadasnya.



Sementara itu, Ammi Nabila Fauzi selaku Marketing Officer dari Indopremier Sekuritas juga mendapat pertanyaan terkait SOTS. Menanggapi pertanyaan "Bagaimana bisa sistem IPOT mengetahui bahwa saham tersebut mengandung Riba serta saham terindikasi Ba'i Almasyuf?", Nabila menegaskan  SOTS di IPOT sudah canggih dan tersistem dengan Fatwa DSN MUI No.80.

Ia menjelaskan IPOT Syariah, sebagai platform online trading syariah pertama di Indonesia, telah mendapat sertifikasi dari Dewan Syariah Nasional (DSN) dan dikhususkan untuk transaksi saham yang masuk dalam Daftar Efek Syariah (DES).

Sertifikasi dari DSN, terangnya, menjadi jaminan bahwa transaksi saham online yang dilakukan melalui IPOT Syariah telah sesuai prinsip-prinsip syariah.

"IPOT Syariah telah mengikuti dasar peraturan pelaksanaan Fatwa Dewan Syariah Nasional No.80/DSN-MUI/III/2011 tentang 'Penerapan Prinsip Syariah dalam Mekanisme Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas di Pasar Reguler Bursa Efek' dan telah mendapatkan sertifikasi dari Dewan Syariah Nasional berdasarkan Surat Keputusan No.003.11.02/DSN-MUI/X/2011.

Ia menambahkan fitur-fitur IPOT Syariah yang sudah sesuai dengan prinsip syariah yaitu halal, tidak mengandung riba dan terhindar dari Ba'i Al-Ma'Dum,

"IPOT Syariah cocok buat umat Islam menikmati saham di pasar modal,” tandasnya.

Terpikat dengan IPOT Syariah, 79 peserta yang hadir di seminar ini menindaklanjutinya dengan langsung membuka rekening efek melalui IndoPremier.

  • view 281