Millennial Payah dalam Urusan Keuangan?

Setyo Sudirman
Karya Setyo Sudirman Kategori Teknologi
dipublikasikan 22 Januari 2018
Millennial Payah dalam Urusan Keuangan?

Ada temuan menarik dari riset yang dilakukan George Washington Global Financial Literacy Excellence Center pada akhir tahun lalu. Dari survei pada 5.500 generasi millennial ditemukan hanya 24 persen dari mereka yang mengerti prinsip dasar keuangan.

Angka ini tentu sudah termasuk tinggi jika dibandingkan dengan Indonesia yang notabene masih di bawah Amerika dari sisi kemajuan. Satu hal yang pasti, tingkat literasi keuangan generasi milenial di Indonesia lebih rendah karena literasi keuangan memang tidak diajarkan di sekolah dan kampus.

Literasi keuangan di Indonesia juga bukan bagian dari pendidikan keseharian. Karenanya, banyak pihak lantas memaklumi kemampuan pengelolaan keuangan generasi milenial.

Pengelolaan keuangan memang bukan prioritas bagi mereka ini, meski mereka kadang terkaget-kaget dengan pengeluaran keuangan yang biasanya tersedot di belanja, hangout dan travelling.

Kesulitan memiliki kemampuan dalam literasi keuangan juga terbentuk karena generasi ini pada dasarnya tak suka yang rumit seperti laporan lengkap tentang transaksi keuangan. Misalkan saja soal laporan lengkap tentang transaksi rekening, generasi milenial sebenarnya tak begitu nyaman ketika harus mengaksesnya melalui desktop. Boro-boro mau mencetak buku tabungan, memantau lewat desktop saja mereka ogah.

Millennial yang tidak bisa lepas dari smartphone, tentu akan terbantu jika memiliki platform pengelolaan keuangan di smartphone. Pengelolaan keuangan berbasis aplikasi sudah menjadi kebutuhan mendasar bagi millennial karena kemudahan aksesnya.

Kehadiran aplikasi nabung online bernama IPOTPAY dengan sejumlah keuntungannya seperti return (imbal hasil) 7-10% per tahun atau lebih tinggi dari bunga tabungan dan deposito tentu akan memanjakan millennial.

Apalagi, aplikasi yang bisa diunduh di Play Store dan App Store ini memiliki beragam fitur-fitur layanan mulai dari pembayaran, pembelian dan transfer uang. Fitur pembayaran  meliputi pembayaran kartu kredit, e-commerce (Lazada, Blibli, Tokopedia, Elevania, MatahariMall, Shopee, Bukalapak, Zalora, Qoo10, Blanja, JD.id), BPJS Kesehatan dam listrik/PLN.

Sementara itu fitur pembelian mencakup pembelian voucher pulsa, token listrik, top-Up e-Wallet (GoPay, T-Cash, PayPro, Ovo, Mandiri Ecash hingga GrabPay) dan transfer uang bebas biaya, real-time dan tanpa limit.

Dengan fitur layanan yang lengkap semua mudah dilakukan dan yang pasti uang yang dideposit di aplikasi ini justru akan berkembang. Uang generasi milenial yang belum digunakan dan masih terparkir di IPOTPAY akan diganjar dengan imbal hasil (return) 7-10%.

Menikmati hidup tentu sudah selayaknya dan sepantasnya dilakukan milenial seperti belanja, hangout dan travelling, tapi pengelolaan keuangan yang tepat sudak selayaknya dilakukan agar tidak habis begitu saja untuk belanja, hangout dan traveling.

  • view 82