Tips Berinvestasi Saham bagi Pemula

Setyo Sudirman
Karya Setyo Sudirman Kategori Ekonomi
dipublikasikan 16 Agustus 2017
Tips Berinvestasi Saham bagi Pemula

Semua orang, baik itu kaya atau belum kaya, sebenarnya harus berinvestasi. Ada banyak manfaat yang bisa kita nikmati dari berinvestasi saham, selain membuat harta yang kita miliki terus tumbuh dan berkembang. Kendati demikian, berinvestasi itu bukan tanpa risiko.

Sama halnya dengan bisnis, investasi saham juga dekat dengan risiko. Oleh sebab itu, kalau kalian ingin mulai berinvestasi saham untuk mendapatkan keuntungan (cuan), ada beberapa prinsip dasar yang harus dipahami.

1. Siap Untung Siap-Rugi
Seperti dalam bisnis, investasi juga memiliki 2 kemungkinan untung dan rugi. Tak ada investasi yang 100% aman dan akan selalu untung. Memiliki mental siap untung dan siap rugi menjadi modal utama untuk setiap investor yang ingin maju dan berkembang. Sebaliknya, jika ada jenis investasi yang berani menjamin 100% aman dan menjanjikan keuntungan yang tidak realistis itu perlu dicurigai sebagai investasi bodong. Ujung-ujungnya pasti buntung, bukannya untung.

2. Bukan Ilmu Spekulasi
Memilih saham itu perlu mengetahui ilmu dan teori mengenai seluk beluknya. Selanjutnya, gunakanlah analisis yang cermat berdasarkan ilmu, bukan spekulasi. Dengan demikian, investasi kita lebih terarah, logis dan tepat.

3. Legal dan Terpercaya
Memilih investasi yang legal dan kredibel itu penting. Legal artinya terdaftar dan diawasi lembaga yang berwenang seperti OJK. IPOTGO dari IndoPremier adalah contoh perusahaan jasa keuangan yang legal dan kredibel. Dengan 2-3 pencet via smartphone, nasabah sudah bisa membeli saham dan reksadana untuk mendapatkan cuan. Teknologi memudahkan kita mendapatkan cuan. Tak hanya itu saja, cukup dengan uang 100 ribu rupiah, kita sudah bisa berinvestasi di saham dan reksadana dengan IPOTGO.

3. Jangan Gunakan Uang Panas
Investasi saham memang memiliki risiko. Sebagai investor pemula, jangan pernah menggunakan uang panas. Uang panas itu uang yang biasa digunakan untuk pemenuhan kebutuhan hidup sehari hari hingga bayar utang. Investasi saham dengan uang panas berpotensi menyiksa dan merugikan diri sendiri karena beresiko mengacaukan hidup keseharian hingga dikejar-kejar tukang tagih. Idealnya, kita menggunakan uang yang tidak akan dipakai untuk jangka waktu minimal 6 bulan ke depan.

4. Jangan Terbawa Emosi
Investor pemula biasanya ingin menikmati keuntungan dengan cepat. Akibatnya, mereka justru terkena "penyakit" serakah dan ceroboh dalam mengambil langkah investasi. Tergiur ingin cepat mendapatkan keuntungan banyak, seseorang bisa menjadi tidak realistis hingga mengorbankan sebagian atau semua harta tanpa mengindahkan perhitungan yang matang.

  • view 320