kangen ibuk

Setiawan Tri Hardiyanto
Karya Setiawan Tri Hardiyanto Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 08 Agustus 2016
kangen ibuk

haii mom...

apa kabarmu disana ?

ini tanggal 8 agustus 2016

berarti hari ini tepat 7 tahun hlo… kau harus tertimbun tanah...

7 tahun lalu kau pergi begitu saja...

7 tahun lalu kau pergi membawa segalanya...

7 tahun lalu kau mulai menyiksaku dengan meninggalkanku...

7 tahun lalu kau ga pamit...

walau pamitpun aku ga akan pernah menginjikan sejengkalpun kau beranjak...

tapi Tuhan sudah berkehendak lain, Tuhan sudah melepaskan beban duniamu, Tuhan sudah berkenan kalau kau harus pulang dengan cepat.

7 tahun bukan waktu yang cepat, 7 tahun bukan waktu yang mudah bagiku bahkan untuk 10,50,atapun jutaan  tahun kedepan pun bagiku sangat menyedihkan dan menyayat batin seorang anak, ishh sakit banget hlo mom…mau gimana lagi,”kau adalah kehendaknya” semua ku kembalikan kepada landasn teori bahwa makhluk yang hidup akan mati. Cukup dengan teori itu aku sedikit bernafas lega bahwa aku masih punya ruang dan waktu untuk ikhlas mendoakanmu setiap malam-malamku,

Ibu sekarang aku udah gedhe hlo…udah bisa nyari makan sendiri, udah berani ke kamar mandi sendiri waktu malam, udah bisa makan sayur walau sayur tertentu dan ga banyak, aku ga banyak berubah kok bu…hanya sedikit meninggi dan tetap kurus, aku masih anak ibu yang lahirnya belum genap 9 bulan 10 hari, masih suka minum yakult dan susu berasa buah. Aku sekarang sudah ga cengeng kayak dulu lagi kok bu,

Mungkin dalam 7 tahun ini ada banyak peristiwa penting yang kau lewatkan, banyak hal yang telah terjadi dalam hidupku yang sebenarnya aku harus mengadu kepadamu, tapi karena ibu ga ada, ya aku diem aja ga ngomong ke siapapun sampai detik ini, sebenernya aku capek hlo bu hidup tanpa tujuan kayak gini, tapi hidup terus berjalan waktu berotasi bersama bumi ya aku jalani apa adanya aja, ala kadarnya aja hehehe. Aku semakin menua dan menunggu ajal menjemput bu tapi waktu ini ga bisa mengubah apapun bahkan 1 detik kebelakang, tapi aku merasa 17 tahun adalah waktu yang luar biasa, 17 tahun aku menerima banyak tempaan yang ga banyak anak seumurku waktu itu bisa menerimanya, 17 tahun mungkin sudah di cukupkan Tuhan untuk kebersamaan kita. Nanti jika kita bisa bertemu lagi di alam dan dimensi sana kita jajan lagi yukk bu kita beli susu hangat dan roti bakar, tapi kita beli 1 porsi aja takut ga abis nanti, terus kita jualan telur asin lagi kayak dulu, kita jalan-jalan ke pasar buat beli kebutuhan bulanan kita berdua, terus kita jalan-jalan ga jelas buat ngusir penat kita, aku yang traktir bu, aku yang akan membayar itu semua karena sekarang aku udah kerja.

Bu…tak pernah ku putuskan doaku untukmu, terimakasih buat 17 tahun mu, terimakasih buat 17 tahun yang ga bisa ku gambarkan lagi, tak lelah tanganku bermahdah pada Tuhan buat kebahagianmu di alam mu sekarang. Kau tau ga bu kalau ibu itu ga ada yang bisa gantiin, kau ibu terbaik, kau ibu tergalak, kau ibu pemilik kasih yang tak bersyarat, Terimakasih Tuhan atas apa yang terjadi buat hidupku selama ini, Terimakasih buat 7 tahun yang lalu kau telah menutup semua aksesku kepada ibuku, engKau angkat ibu ke tempat yang luar biasa. Sekali lagi terimakasih

pict:https://www.google.com/search?q=rindu&source=lnms&tbm=isch&sa=X&ved=0ahUKEwiI4-euxbHOAhXBMY8KHTkJB_wQ_AUICCgB&biw=1280&bih=693#imgrc=irUS1dD23quXPM%3A

  • view 157