Meraba Kenangan

Setiawan Tri Hardiyanto
Karya Setiawan Tri Hardiyanto Kategori Lainnya
dipublikasikan 06 April 2016
Meraba Kenangan

Sejak aku belum mengenal siapapun termasuk dirimu, aku sudah mearsakan bagaimana hangatnya usapan manja dari tangan bajamu, tangan yang selalu terusap sebelum aku menjadi jabang bayi, tangan yang meruntuhkan segalanya demi diriku, ?tangan yang mampu berubah apapun yang aku inginkan.

Kau korbankan dirimu sendiri untuk tidak menjadi apa-apa, kau jadikan dirimu menjadi gelap demi menjadikan ku terang, seberapa berharganya kah diriku dihidupmu sehingga kau mau menjadikan ku seorang yang berakal,kau jadikan aku seorang yang berbudi, aku sempat terheran dan tertegun akan sumpah serapah yang sangat aku ingin dengar lagi. Itu semua sudah tidak mungkin lagi.

aku kehilangan gelapku ,aku kehilangan akal ku,aku kehilangan budi ku, aku kehilangan nuraniku saat kau pergi ?untuk kembali menjadi tanah. Aku tau itu semua bukan kehendakmu tapi apa daya ku, kau rela menjadi gelap karenaku, kau rela menjadi buta dan tuli karena ku, kau pun rela menjadi hina karenaku juga, tapi DIA menjadikanmu terang berkilau di sana, DIA menjadikanmu wanita terhormat diantara wanita terhormat.

Waktu yang berlalu ini sangatlah berat bagiku seakan semua derita selalu mendampingiku dan menjagaku, Apakah kau tau betapa tidak berharganya diriku sejak dirimu tidak lagi menjadi bodyguard ku semua seakan menjadi musuh bagi ku, semua menjadi duri disetiap langkahku.

Gelayut rindu ku sudah tak terbendung lagi, sendu dan sembab selalu menjadi warna kehidupanku saat kau memutuskan untuk menyerah.Gelagat gila selalu menjadi bumbu manis yang selalu menjadi uraian otakku

Kau membuat diriku tak bernyawa lagi saat kau putuskan untuk tidak menjadi pahlawanku, seakan-akan aku menyerah dengan waktu.

Tak bisa ku tangisi lagi, ini semua sudah menjadi jalan Ilahi.Kini aku hanya bisa meraba-raba kenangan yang dangkal yang hanya bisa ku ingat tentangmu,tentang kita tepatnya.

-Terimakasih telah menjadi ibu ku-

  • view 114