Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Cerpen 29 Januari 2018   12:47 WIB
Tungku

TUNGKU

            (Waktu itu ulang tahun dari teman adam yang begitu sunyi tenang mencekam jiwa dan raganya seakan akan hatinya berdetak detak memangil sang pujaan hati, dirinya mendekat Adinda sambil pegang tangan)

Adam   : Adinda aku sayang kamu,

Adinda: Aku juga sayang kamu Adam.

Adam   : Maukah kamu jadi pacar aku, (tanya Adam)

            Adinda : Iyaaaa Adam, dengan senyum yang penuh menggetarkan hatinya dari Adam.     

            Akhirnya mereka berdua menjalinkan hubungan yakni berpacaran.

Di tanah rantau mereka selalu setia dalam segala apapun baik untuk mengerjakan tugas kuliah, baik dalam suka maupun duka.

Pada hari itu, pagi yang begitu cerah  Adinda berangkat menuju bandara ingin pulang ke kampung halaman.

Adinda cemas karena tidak ada orang yang menghantar ke bandara, adinda pun minta bantuan kekasihnya Adam. Adam pun meninggalkan tempat kegiatan organisasinya demi mengabulkan permintaan kekasihnya.

Adam   : Adinda Hati-hati di jalan semoga sampai tempat tujuan.

Adinda : menjawab dengan lembut...Amin sayang, (jawab Adinda menyembunyikan  kesedihanya)

Adam    : menitip pesan dengan hati yang penuh sedih, Adinda jaga baik-baik dirimu disana.”

Adinda   : menjawab dengan lebut, Ia Adam aku pasti baik-baik, begitu dirimu disini.

(Satu tahun mereka LDR melewati waktu dalam kesendirian. Suatu ketika entah kenapa Adam teringat akan sosok Adinda, ia membatin “Apakah Masihkah ia mencintaiku?)

 

 

 

(Suatu pagi, Adam sedang bersantai sambil menelpon Adinda di depan kosnya, tiba-   tiba ponsel)

            Adam    : Sayang apa kabarkah dirimu (tanya Adam)

Adinda : Aku masih baik-baik saja Adam.

Adam    : Kamu tenang saja Adinda LDR tak membuat kamu kecewa percayalah

Adinda  : Iya Adam aku akan selalu setia menunggumu” walaupun berat untuk jauh  tapi percaya aku baik baik disini.

(Dengan berjalannya waktu akhirnya kuliah Adam selesai dan ia pun akan kembali ke kampung, Ia rindu akan kekasihnya)

(Adam punya harapan yang begitu besar ingin melamar dan menikahi Adinda. Ia pun berani dengan semangat berberkunjung ke rumah Adinda ingin bertemu kedua orang tuanya. Tentang ungkapan cinta yang menurut Adam baik dan berhati besar tapi, kebaikan itu, tak bernilai apa-apa dimata kedua orang tua Adinda)

Adam : Saya datang dengan bermaksud baik, untuk melamar puteri bapak dan ibu” tutur Adam.

Bapak  : Apa jenjang pendidikanmu Nak ( Tannya ayah Adinda)

Adam  :  Saya hannya lulus S1 pak.                                                                                                        

Bapak : Apa pekerjaanmu (Tannya Ayah Adinda) Pembicaraan mereka semaki serius

Adam   : Saya hanya sebagai pegawe honorer, pak. (Jawab Adam jujur)

Bapak   : Maaf nak, kami tidak dapat menerima lamaranmu.” Jelas Ayah Adinda.

Sebuah teguran keras langsung menyaya dalam kalbu. Adam telah hadir kecewa dengan bingkai ketulusan, tapi yang terjadi tak seperti Adam harapkan.

Adam: menatap tajam ke Adinda. “Adinda sampai disinilah batas kemampuanku hanya sampai disini”. (tuturnya sembari menahan tetesnya air mata dan berlalu meninggalkan rumah Adinda)

Adinda: kecewa dan rebut “Ayah, ini sungguh tidak adil, menikah adalah hakku tapi mengapa seakan-akan menikahku adalah kewajiban ayah dan ibu,” Adinda berteriak. Apakah dia hannya pegawai biasa? Mengapa ayah, menolaknya hannya karena alasan pekerjaannya.

Beberapa hari kemudian setelah lamaran adam ditolak, orang tua Adinda merestuinya dengan seorang lelaki yang sangat tampan berambut air dan senyum yang begitu manis yakni laki-laki itu adalah hubungan atas dasar bapak dari adinda dan laki yang menjodohi adinda adalah mamanya laki-laki itu saudari kandung dari bapak adinda kemudian direstui, sehingga pada adat perkawinan budaya manggarai inilah yang di namakan “TUNGKU CU”.

 

***

Tungku perkawinan adat manggarai untuk mempertahankan hubungan antara keluarga. Perkawinan yeng terjadi antara anak laki-laki dari saudari kandung dengan anak perempuan dari saudara kandung. Karena begitu kuatnya penerapan dan pemahaman perkawinan jenis ini, maka kalau anak hendak mengadakan tungku maka berarti perkawinan tungku yang dimaksud adalah antara anak kandung dari saudari perempuan dengan anak kandung dari saudara laki-laki.

 

 

 

Karya : servas hargen