Tungku

servas hargen
Karya servas hargen Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 29 Januari 2018
Tungku

 

TUNGKU

 

Senja tapak sayu dibalik lipatan kabu, meski sang mentari belum sepenuhnya tenggelam dia masih meninggalkan warna-warna memesona warna merah yang memesona dari ufuk barat pancar rona sang mentari kian memperteduh suasana di sore hari. Suasana senja di sore hari selalu membuatku tetesan nikmat darinya. Merindukanmu seperti memeluk angin pada gerimis tipis.Hangat terasa dalam jiwa walaupun rasa hanya ada pada pelupuk mata. Tetapi aku tetap mencintaimu hingga senja terakhir. Dia mengamini sebuah makna melahirkan bumi tempat kita kembali menulis mimpi

 

***

Adinda dan Adam sudahberpacaran semenjak mereka duduk di bangku kuliah dan tahun ini memasuki tahun ke empat. Mereka adalah mahasiswa sebuah kampus di Kupang, kota paling Timur Indonesia. Hubungan mereka berjalan cukup baik, samahalnya seperti kebanyakan pasangan mereka yang suka menghabiskan waktu bersama. Makan, jalan, mendiskusikan, organisasi banyak hal bersama selain itu juga mereka berdua banyak waktu untuk musik bermai gitar, Adam juga suara yang merdu dan main gitarnya yang sangat memesona banyak hal bersama menghabiskan waktu. Baik urusan kampus atau pun luar kampus.

Waktu itu ulang tahun dari teman adam yang begitu sunyi tenang mencekam jiwa dan raganya seakan akan hatinya berdetak detak memangil sang pujaan hati, dirinya mendekat Adinda sambil pegang tangan.

“Adinda aku sayang kamu,”

“Aku juga sayang kamu Adam.”

“Maukah kamu jadi pacar aku,” tanya Adam.

“Iyaaaa Adam, dengan senyum yang penuh menggetarkan hatinya dari Adam. Akhirnya mereka berdua menjalinkan hubungan yakni berpacaran.

 

 

Di rantau rantau mereka selalu setia dalam segala apapun baik untuk mengerjakan tugas kuliah, baik dalam suka maupun duka.Waktu teruslah berputar mereka berdua menjadi pacar yang setia mendengar cerita tentang Real Madrid tim favorit mereka walau kadang mereka benar-benar tak mengerti tentang dunia olahraga dan musik itu, Kurang lebih empat tahun mereka berpacaran Adinda memutuskan tamat kulia dengan waktu yang tepat dan Adam masih melanjutkan perkuliahan karena ada beberapa kendalah pada perkuliahan terlambat untuk wisuda.

Waktu teruslah berjalanAdinda memutuskanberanjak untuk meninggal kota karang “Kupang” Adam pun mulai bersedih karena Adinda kembali kekampung halaman karena kuliahnya Adinda telah selesai,Adinda pun ikut bersedih karena berpisah dengan kekasinya Adam. Satu minggu sebelum Adidaberangkat pulang ke kampung, Adam keluar kota karena ada kegiatan Organisasi Intra kampus sehinggga keduanya menitipkan pesan melalui telepon karena keesokan harinya Adinda berangkat ke kampung halaman.

Pada hari itu, pagi yang begitu cerah  Adinda berangkat menuju bandara ingin pulang ke kampung halaman. Adinda cemas karena tidak ada orang yang menghantar ke bandara, adinda pun minta bantuan kekasihnya Adam. Adam pun meninggalkan tempat kegiatan organisasinya demi mengabulkan permintaan kekasihnya. Ia tak menghiraukan cuaca hujan besar angin yang begitu kencang. Tibalah Adam dan mengantarkan Adinda ke bandara. Banyak  pesan yang saling diucap kedua.

“Adinda Hati-hati di jalan semoga sampai tempat tujuan”.

“Adinda menjawab dengan lembut...Amin sayang”, jawab Adinda menyembunyikan kesedihanya

“Adinda jaga baik-baik dirimu disana.”

“Ia Adam aku pasti baik-baik, begitu dirimu disini harus baik.”

Satu tahunmereka LDR melewati waktu dalam kesendirian. Adam hanya bertemankan dengan gitar dan buku-buku. Nando sahabatnya semenjak kuliah adalah orang yang paling memahaminya.Sekarang Adamdan Nando adalah rekan badanpengurus  esekutif mahasiswa jurusan. Suatu ketika entah kenapa Adam terikat akan sosok Adinda, ia membatin“Apakah Masih Ia mencintaiku?.”

 

 

 

 

Suatu pagi, Adam sedang bersantai sambil menelpon Adinda di depan kosnya, tiba-tiba ponselAdinda berdering. Adindapun langsung mengangkat karena sudah lama tidak ada kabar dan komunikasi karena keseriusan Adam  dengan tugas akhirnya. Hatinyapun tenang, senang, fokus. Melihat keseharian mereka yang sudah lama tidak ada kabar.

“Sayang apa kabarkah dirimu?” tanya Adam.

“Aku masih baik-baik saja Adam.”

“Kamu tenang saja Adinda LDR tak membuat kamu kecewa percayalah”

“Iya Adam aku akan selalu setia menunggumu” walaupun berat untuk jauh tapi percaya aku baik baik disini.

Dengan berjalannya waktu akhirnya kuliah Adam selesai dan ia pun akan kembali kekampung. Ia rindu akan kekasihnya yang sudah lama tidak bertemu seakaan hati Adam terasa hampadalamperasaan yang tidak bisa ditahan.

Adam punya harapan yang begitu besar ingin melamar dan menikahi Adinda. Ia pun berani dengan semangat berberkunjung ke rumah Adinda ingin bertemu kedua orang tuanya. Tentang ungkapan cinta yang menurut Adam baik dan berhati besar tapi, kebaikan itu, tak bernilai apa-apa dimata kedua orang tua Adinda.

“Saya datang dengan bermaksud baik, untuk melamar puteri bapak dan ibu” tutur Adam.

“Apa jenjang pendidikanmu Nak?” Tannya ayah Adinda.

“Saya hannya lulus S1 pak.                                                                                                        

“Apa pekerjaanmu?” Tannya Ayah Adinda. Pembicaraan mereka semaki serius

“Saya hanya sebagai pegawe honorer, pak.” Jawab Adam jujur.

“Maaf nak, kami tidak dapat menerima lamaranmu.” Jelas Ayah Adinda.

Sebuah teguran keras langsung menyaya dalam kalbu. Adam telah hadir kecewa dengan bingkai ketulusan, tapi yang terjadi tak seperti Adam harapkan. Adam menatap tajam ke Adinda. “Adinda sampai disinilah batas kemampuanku hanya sampai disini” tuturnya sembari menahan tetesnya air mata dan berlalu meninggalkan rumah Adinda. Adinda kecewa dan ribut. “Ayah, ini sungguh tidak adil, menikah adalah hakku tapi mengapa seakan-akan menikahku adalah kewajiban ayah dan ibu,” Adinda berteriak.

 

Apakah dia hannya pegawai biasa? Mengapa ayah, menolaknya hannya karena alasan pekerjaannya. Langit seolah-olah runtuh diatasa kepalah Adinda, mendung kini, menaungi langitku hati Adinda. Tangispun pecah, tak dapat di bendungi lagi. Harapan Adinda untuk mengurangi bahtera rumah tangga bersama Adam justeru terhalang oleh keluarga

Beberapa hari kemudian setelah lamaran adam ditolak, orang tua Adinda merestuinya dengan seorang lelaki yang sangat tampan berambut air dan senyum yang begitu manis yakni laki-laki itu adalah hubungan atas dasar bapak dari adinda dan laki yang menjodohi adinda adalah mamanya laki-laki itu saudari kandung dari bapak adinda kemudian direstui, sehingga pada adat perkawinan budaya manggarai inilah yang di namakan “TUNGKU CU”.

 

***

Tungku perkawinan adat manggarai untuk mempertahankan hubungan antara keluarga. Perkawinan yeng terjadi antara anak laki-laki dari saudari kandung dengan anak perempuan dari saudara kandung. Karena begitu kuatnya penerapan dan pemahaman perkawinan jenis ini, maka kalau anak hendak mengadakan tungku maka berarti perkawinan tungku yang dimaksud adalah antara anak kandung dari saudari perempuan dengan anak kandung dari saudara laki-laki.

 

 

 

 

  • view 27