Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Inspiratif 20 Januari 2018   09:55 WIB
CONTOH DAN SEBAB MASALAH SOSIAL

 

CONTOH DAN SEBAB MASALAH SOSIAL

Oleh

Servasius S. Hargen

Pendidikan Bahasa Indonesia

Universitas Muhamadyah Kupang

 

 

Abstrak: Sejak manusia mulai hidup bermasyarakat, maka sejak saat itu sebuah gejala yang disebut masalah sosial berkutat di dalamnya. Sebagaimana diketahui, dalam realitas sosial memang tidak pernah dijumpai suatu kondisi masyarakat yang ideal. Dalam pengertian tidak pernah dijumpai kondisi yang menggambarkan seluruh kebutuhan warga masyrakat terpenuhi, seluruh perilaku kehidupan sosial sesuai harapan atau seluruh warga masyarakat dan komponen sistem sosial mampu menyesuaikan dengan tuntutan perubahan yang terjadi dengan kata lain das sein selalu tidak sesuai das sollen. Pada jalur yang searah, sejak tumbuhnya ilmu pengetahuan sosial yang mempunyai objek studi kehidupan masyarakat, maka sejak itu pula studi masalah sosial mulai dilakukan.

Kata kunci: sebab, masalah, social.

 

PENDAHULUAN

Masalah sosial memang tidak pernah lepas dari kehidupan masyarakat. Sejak manusia hidup bermasyarakat, maka sejak itulah masalah sosial muncul. Masyarakat selalu mempunyai gejala-gejala yang wajar seperti norma-norma, kelompok sosial, lapisan masyarakat, lembaga-lembaga kemasyarakatan, proses sosial, perubahan sosial dan kebudayaan, serta perwujudannya. Tidak semua gejala tersebut berlangsung normal hal tersebut disebabkan karena unsur-unsur  masyarakat tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya sehingga menyebabkan kekecewaan dan penderitaan. Gejala tersebut dinamakan masalah-masalah sosial (Soerjono Soekanto, 2012).

Masalah sosial dianggap tidak dikendekati atau tidak diinginkan dan bersifat merugikan kehidupan sosial. Masalah-masalah sosial bersifat berlawanan dengan dengan cita-cita masyarakat yang telah disepakati. Masalah sosial memang bukan hal yang tabu lagi karena semua masyarakat mengetahui dan menyadarinya. Masalah-masalah sosial yang selalu dianggap merugikan tidak bisa dibiarkan begitu saja, melainkan harus diatasi demi terwujudnya kehidupan yang dicita-citakan.

 

Masyarakat dan Kebudayaan

Soerjono Soekanto (2012) menegaskan bahwa kebudayaan mencakup semuanya yang didapatkan atau dipelajari oleh manusia sebagai anggota masyarakat, kebudayaan terdiri dari segala sesuatu yang dipelajari dari pola-pola perilaku yang normative, artinya mencakup segala cara-cara atau pola-pola berpikir, merasakan, dan bertindak.

Masyarakat Indonesia dikenal sebagai masyarakat yang majemuk sebagaimana diuraikan oleh Nasikun (dalam Eko Handoyo, dkk 2007:7) bahwa perbedaan-perbedaan suku bangsa, agama, adat istiadat dan kedaerahan dalam struktur horizontal sering disebut sebagai masyarakat majemuk. Sebagaimana diketahui bahwa di Indonesia masyarakatnya tidak memeluk satu agama yang sama melainkan berbeda-beda sesuai dengan kepercayaannya masing-masing, setiap daerah memiliki suku bangsa dan adat istiadat yang berbeda-beda dan lain sebagainya sehingga dapat disimpulkan bahwa masyarakat Indonesia merupakan masyarakat yang majemuk.

Kemajemukan dan heterogenitas masyarakat Indonesia seringkali menimbulkan masalah-masalah yang disebut juga sebagai masalah sosial. Menurut Soerjono Soekanto (2012) acapkali dibedakan antara dua macam persoalan, yaitu antara masalah masyarakat (scientific or societal problems) dengan problema sosial (ameliorative or social problems). Masalah masyarakat menyangkut analisis tentang macam-macam gejala kehidupan masyarakat, sedangkan problema sosial meneliti gejala-gejala abnormal masyarakat dengan maksud untuk memperbaiki atau bahkan untuk menghilangkannya.

Soerjono Soekanto (2012) juga menjelaskan bahwa masalah sosial menyangkut nilai-nilai sosial dan moral. Masalah tersebut merupakan persoalan karena menyangkut tata kelakuan yang immoral.

Nilai sosial adalah adalah sebuah konsep abstrak dalam diri manusia mengenai apa yang dianggap baik dan apa yang dianggap buruk, indah atau tidak indah, dan benar atau salah (Wikipedia bahasa Indonesia).

Moral dalam bahasa latin adalah moralitas atau istilah manusia menyebut ke manusia atau orang lainnya dalam tindakan yang memiliki nilai positif. Manusia yang tidak memiliki moral disebut amoral artinya dia tidak bermoral dan tidak memiliki nilai positif dimata manusia lainnya (Wikipedia bahasa Indonesia).

 

Pengertian Masalah Sosial

Perkembangan zaman memang selalu dibarengi dengan timbulnya dampak positif dan dan dampak negatif. Tidak jarang jika perkembangan tersebut menimbulkan masalah-masalah sebagai dampak negatif yang mengancam kehidupan masyarakat. Masalah sosial lah yang dianggap selalu muncul dalam masyarakat yang bersifat merugikan dan bertentangan dengan standar kehidupan. Seringkali kita mendengar istilah masalah sosial tetapi kita tidak tahu dengan jelas apa itu masalah sosial. Berikut adalah beberapa pengertian masalah sosial yang diuraikan oleh beberapa ahli :

Soerjono soekanto (2012) dalam bukunya Sosiologi Suatu Pengantar mengatakan bahwa masalah sosial merupakan suatu ketidaksesuaian antara unsure-unsur kebudayaan atau masyarakat, yang membahayakan kehidupan kelompok sosial atau menghambat terpenuhinya keinginan-keinginan pokok warga kelompok sosial tersebut sehingga menyebabkan kepincangan ikatan sosial.

Puji hardati, dkk (2010) menegaskan bahwa jika nilai-nilai atau unsur-unsur kebudayaan pada suatu waktu mengalami perubahan, dimana anggota-anggota masyarakat merasa terganggu atau tidak lagi dapat memenuhi kebutuhannya melalui kebudayaan tadi, maka timbul gejala-gejala sosial yang meresahkan masyarakat yang disebut dengan masalah sosial.

Dengan demikian, masalah sosial adalah gejala-gejala negatif yang timbul dalam masyarakat yang bersifat merugikan dan membahayakan serta bertentangan dengan standar kehidupan yang sudah disepakati bersama yang sesegera mungkin harus diatasi untuk mengurangi bahkan menghilangkannya.

 

Sebab-Sebab Terjadinya Masalah Sosial

Semua yang terjadi di dunia ini pasti terdapat sumber penyebabnya. Seperti yang dikatakan pepatah bahwa tidak ada asap jika tidak ada api. Begitu pula dengan masalah sosial, setiap terjadinya masalah-masalah sosial pasti terdapat penyebab terjadinya. Berikut beberapa penyebab terjadinya masalah sosial yang diuraikan oleh beberapa ahli:

Puji Hardati, dkk (2010) berpendapat bahwa timbulnya masalah sosial pada umumnya banyak disebabkan oleh faktor-faktor tertentu, seperti kurang stabilnya perekonomian, faktor psikologis, faktor biologis dan faktor kebudayaan. Wujud nyata dalam kehidupan masyarakat biasanya bermacam-macam seperti anomi, bunuh diri, disorganisasi, sakit jiwa dan lain-lain.

Uraian tersebut diperjelas lagi yang menurut soerjono Soekanto (2012) masalah sosial timbul dari kekurangan-kekurangan dalam diri manusia atau kelompok sosial yang bersumber pada faktor-faktor ekonomis, biologis, biopsikologis dan kebudayaan.

Lebih lengkapnya lagi Puji Hardati, dkk mengutip simpulan Daldjoeni (dalam Abulsyani 1994:187) bahwa masalah sosial bertalian dengan masalah alami ataupun  masalah pribadi dan secara menyeluruh ada beberapa sumber penyebab timbulnya masalah sosial, yaitu:

  1. Faktor alam (ekologis-geografis), menyangkut gejala menipisnya sumber daya alam. Penyebabnya dapat berupa tindkan eksploitasi berlebihan atasnya oleh manusia dengan teknologinya yang makin maju, sehingga kurang diperhatikan perlunya pelestarian lingkungan dan karena semakin banyaknya jumlah penduduk yang secara otomatis cepat menipiskan persediaan sumber daya, meskipun sudah dilakukan penghematan.
  2. Faktor biologis (dalam arti kependudukan), menyangkut bertambahnya jumlah penduduk dengan pesat yang dirasakan secara nasional, regional maupun local. Pemindahan manusia (mobilitas fisik) yang dapat dihubungkan pula dengan implikasi medis dan kesehatan masyarakatumum serta kualitas masalah pemukiman, baik di pedesaan maupun di perkotaan.
  3. Faktor budayawati, menimbulkan berbagai keguncangan mental dan berlainan dengan beraneka penyakit kejiwaan. Pendorongnya adalah perkembangan teknologi (komunikasi dan transportasi) dan implikasinya dalam kehidupan ekonomi hukum, pendidikan, keagamaan, serta pemakaian waktu senggang.
  4. Faktor sosial, dalam arti berbagai kebijaksanaan ekonomi dan politik yang dikendalikan untuk masyarakat.

Secara tidak kita sadari, mungkin kita pernah menjadi penyebab terjadinya masalah sosial. Masalah sosial tidak hanya disebabkan oleh kelompok sosial saja melainkanseorang  individu pun ikut berperan dalam terjadinya masalah sosial itu sendiri. Contoh konkritnya secara tidak kita sadari kita pernah bahkan sering membuang sambah secara sembarangan dan boros dalam penggunaan sumber daya. Setelah kita mengetahui beberapa faktor yang dapat menyebabkan terjadinya masalah sosial diharapkan kita sadar dan ikut serta dalam mengurangi penyebab terjadinya masalah sosial dari hal kecil terlebih dahulu.

 

Contoh-Contoh Masalah Sosial

 

  1. Kriminalitas

 

Kriminalitas memang sering terjadi dalam kehidupan masyarakat terutama dalam lingkungan perkotaan dan masyarakat yang heterogen. Kriminalitas selalu merugikan orang banyak dan mengancam keselamatan nyawa. Tidak jarang jika kriminalitas berujung pada hilangnya nyawa seseorang (pembunuhan), hilangnya harta benda yang seringkali merupakan benda yang sangat berharga (pencurian dan perampokan), dan lain-lain. Tindak kriminalitas bertentangan dengan nilai-nilai dan norma-norma terutama norma hukum, tidak heran jika pelaku tindak kriminal seringkali diberikan sanksi berupa penjara, kurungan dan denda. Tindak kriminal seringkali menimbulkan keresahan bagi masyarakat terutama pada masyarakat yang rawan terjadinya tindak kriminal.

 

  1. Kemiskinan

Soerjono Soekanto (2012) berpendapat bahwa kemiskinan diartikan sebagai suatu keadaan dimana seseorang tidak sanggup memelihara dirinya sendiri sesuai dengan taraf kehidupan kelompok dan juga tidak mampu memanfaatkan tenanga mental, maupun maupun fisiknya dalam kelompok tersebut.

Kemiskinan memang fenomena yang sudah tidak asing lagi. Hal tersebut dapat dibuktikan dari bantuan-bantuan pemerintah yang ditujukan untuk warga miskin, contohnya beras miskin (raskin), kartu sehat yang tujuannya agar warga miskin yang berobat di rumah sakit bisa gratis, kartu pintar yang tujuannya agar warga miskin yang memiliki kartu tersebut dapat sekolah gratis, dll. Kemiskinan juga  merupakan sumber permasalahan sosial lainnya seperti kebodohan, penyakit, kriminalitas, peledakan penduduk, dll.

 

  1. Kependudukan

Masalah kependudukan memang tidak asing ditelinga masyarakat Indonesia, karena tidak dapat dipungkiri bahwa penduduk Indonesia sangatlah tinggi dan tidak meratanya persebaran masyarakat Indonesia. Bayangkan saja permasalahan penduduk yang ada di Jakarta, hampir setiap daerah pelososk Indonesia pemudanya berfikir untuk merantau ke Jakarta dengan iming-iming mendapatkan pekerjaan yang layak dengan gaji yang besar. Masalah macet yang luar biasa selalu menghantui jalan raya Jakarta yang disebabkan oleh padatnya penduduk.

Peledakan pertumbuhan penduduk yang pesat disebabkan kurang sadarnya masyarakat Indonesia untuk memberlakukan prinsip “2 anak lebih baik” bahkan masyarakat pedesaan masih sering memegang prinsip “banyak anak banyak rezeki” yang mengakibatkan banyaknya angka kelahiran tiap tahun yang dialami Indonesia.

Soerjono Soekanto (2012) memaparkan bahwa menurut sensus  1961,jumlah penduduk Indonesia adalah 97.018.829 orang. Pada akhir 1971, jumlah tersebut meningkat menjadi 119 juta. Jadi pada tahun 1961-1971 terlihat pertumbuhan penduduk sebesar 2,1%. Menurut sensus 1980, penduduk Indonesia berjumlah 147 juta lebih. Tingkat pertambahan penduduk antara 1971-1980 adalah sebesar 2,34%. Di pulau Jawa saja, penduduknya berjumlah 91 juta lebih pada 1980, hampir atau mendekati jumlah penduduk Indonesia sebeluimtahun 1961.

Hal tersebut dapat disimpulkan bahwa setiap tahunnya penduduk Indonesia mengalami penambahan dengan jumlah yang tidak sedikit dan kurangnya pemerataan penduduk yang diakibatkan tingginya angka urbanisasi.

 

  1. Sampah

Tidak bisa dipungkiri bahwa setiap daerah seringkali dijumpai sungai-sungai dan lingkungan yang tercemar sampah. Hal tersebut acapkali mengganggu kesehatan masyarakat di sekitar sungai atau lingkungan yang tercemar. Bau busuk dengan air yang sangat keruh seperti bekas oli pelumas kendaraan bermotor acapkali dijumapi pada sungai-sungai sekitar kawasan industri. Pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh sampah tidak hanya disebabkan oleh para industry melainkan kita para individu juga seringkali membuang sampah secara sembarangan. Kurangnya kesadaran dan kepedulian akan kebersihan lingkungan menjadi penyebab utama pencemaran lingkungan. Solusi akan pencemaran lingkungan oleh sampah dapat dilakukan dengan hal kecil seperti membuang sampah pada tempatnya, mengurangi sampah dengan hemat sumber daya, mendaur ulang sampah, dan lain-lain.

 

  1. Kerusakan Lingkungan Lainnya

            Kerusakan lingkungan lainnya seperti pencemaran udara dan pencemaran suara. Asap kendaraan yang begitu banyak dan menimbulkan polusi menyebabkan terjadinya pencemaran udara yang menjadikan udara tidak sehat. Tim MKU PLH (2014) menjelaskan bahwa kerusakan lingkungan juga mengakibatkan kerusakan kehidupan, contohnya smog, asap menyerupai kabut yang berasal dari buangan mobil dan pabrik yang kemudian bereaksi dengan matahari yang kemudian akan mengganggu kesehatan (sistem pernafasan).

            Kerusakan hutan hujan tropis juga sering kali mengancam Indonesia. Menurut tim MKU PLH (2014) kerusakan disebabkan penjarahan yang dilakukan secara terang-terangan menyebabkan hutan-hutan rusak parah, disamping penjarahan kesusakan juga diakibatkan karena kebakaran baik karena faktor alam maupun ulah manusia yang tidak bertanggung jawab.

            Kebakaran hutan tidak bisa dianggap remeh dan perlu penanganan yang cepat dan tepat karena dampaknya yang membahayakan bagi kesehatan masyarakat serta cepat meluasnya daerah yang terbakar hingga ribuan hektar. Hal tersebut dapat berdampak buruk pada ekosistem hewan yang tinggal di dalam hutan. Terancamnya jumlah ekosistem hewan yang semakin berkurang hingga punahnya hewan tertentu bisa pula terjadi.

 

  1. Diskriminasi

            Diskriminasi sering kali kita dengar dan sudah tidak asing lagi. Tidak jarang pula terdapat ketimpangan dan ketidak adilan terjadi di berbagai hal. Diskriminasi sering kita jumpai pada masalah kewarganegaraan. Abdul Munir Mulkhan, dkk (2008) berpendapat jika penegasan Undang-Undang Dasar bahwa yang berhak menduduki jabatan Presiden Republik Indonesia adalah penduduk asli, menimbulkan problem terhadap warga negara yang dianggap bukan warga negara asli. Kasus lain seperti WNI keturunan Tionghoa yang agaknya dibedakan dari warga keturunan Arab yang tidak terdengar mengalami kesulitan dengan masalah kewarganegaraan mereka. Keturunan Tionghoa diperlukan sebuah dokumen resmi SBKRI untuk pengurusan berbagai keperluan kependudukan

 

 

PENUTUP

            Masyarakat yang majemuk dan heterogen serta perkembangan zaman selalu menimbulkan dampak berupa dampak positif dan negatif. Dampak negatifnya berupa masalah-masalah sosial yang bertentangan dengan nilai dan norma yang terdapat dalam masyarakat yang seringkali menimbulkan keresahan masyarakat.

            Masalah sosial itu sendiri adalah gejala-gejala negatif yang timbul dalam masyarakat yang bersifat merugikan dan membahayakan serta bertentangan dengan standar kehidupan yang sudah disepakati bersama yang sesegera mungkin harus diatasi untuk mengurangi bahkan menghilangkannya.

            Setiap masalah yang timbul tidak bisa hanya dikritik dan didiamkan begitu saja melainkan harus ditindak lanjuti agar nasalah tersebut dapat cepat terselesaikan. Menyelesaikan suatu masalah yang besar bisa dimulai dari diri kita sendiri dengan memulai hal kecil seperti lebih mengahrgai sumber daya alam, menghargai lingkungan sekitar, menghargai antar sesama, saling tolong menolong, dan lain-lain. Karena hal kecil dapat menimbulkan akibat yang besar.

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Soekanto, Soerjono. 2012. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: PT Rajagrafindo

            Persada

Handoyo, Eko, dkk. 2007. Studi Masyarakat Indonesia. Semarang: Fakultas Ilmu

            Sosila Universitas Negeri Semarang

Mulkhan, Abdul Munir, dkk. 2008. Diskriminasi Di Sekeliling Kita. Yogyakarta:

            Institut Dian/Interfidei

Tim MKU PLH. 2014. Pendidikan Lingkungan Hidup. Semarang: Universitas Negeri

            Semarang

Hardati, Puji, dkk. 2010. Pengantar Ilmu Sosial. Semarang: Widya Karya

 

Jurnal Internasional:

Social Problem-Solving and Depressive Symptom Vulnerability:

The Importance of Real-Life Problem-Solving Performance

 

 

Karya : servas hargen