Tidak (pernah) Mudah Menjadi Seorang Ibu

Tidak (pernah) Mudah Menjadi Seorang Ibu

Hanin Septina
Karya Hanin Septina Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 12 Agustus 2018
Tidak (pernah) Mudah Menjadi Seorang Ibu

Aku belum menjadi seorang ibu, tapi aku pernah beberapa kali mendengar kisah seorang ibu. Seperti bertemu dengan “jodoh” yang kita nantikan, menjadi seorang ibu bukanlah pilihan, bukan tentang siap atau tidak siap. Jika Tuhan menakdirkan untuk meniupkan ruh di rahim seorang perempuan, maka jadilah dia seorang ibu. Banyak aspek yang perlu disesuaikan dan dimengerti dalam proses kehidupan menjadi seorang Ibu.

Seorang ibu harus terus mendewasa

Seorang ibu harus terus mengupgrade kesabaran

Seorang ibu harus senantiasa menjadi contoh

Seorang ibu harus berlelah-lelah demi anaknya, demi keluarganya,

Tidak (pernah) mudah menjadi seorang ibu. Banyak keharusan dan konsekuensi yang perlu dihadapi. Setiap hari, tidak bahkan setiap detiknya.
Namun ketika ibu ikhlas maka “keharusan” itu pudar dengan sendirinya.

Tidak pernah ada sekolah untuk menjadi seorang ibu yang baik.

Tidak pernah ada mata pelajaran untuk menjadi seorang ibu yang baik.

Tidak pernah ada syarat minimal untuk menjadi seorang ibu yang baik.

Karena itu, tidak (pernah) mudah menjadi seorang ibu, karena seorang ibu merupakan semesta pertama bagi anak-anaknya. Karenanya seorang ibu bisa menjadi orang pertama yang menghancurkan semesta anak-anaknya.

Adalah sebuah nikmat yang tidak terkira ketika memiliki seorang ibu yang menjaga dan membangun semesta anak-anaknya.

 

  • view 20