Penjara Hidup

Hanin Septina
Karya Hanin Septina Kategori Inspiratif
dipublikasikan 15 April 2017
Penjara Hidup

Aku pernah mendengar sebuah pepatah bahwa “apa yang seharusnya terjadi tetapi tidak terjadi tidak ada gunanya dibicarakan lagi.” Sering kita membicarakan hal-hal yang sudah terjadi tetapi dengan bumbu “seharusnya begini, jadi seharusnya ini yang akan terjadi”, padahal sudah terjadi. Tidak ada gunanya, bukan? Kita hanya bisa belajar dan melanjutkan kehidupan paska kejadian “yang seharusnya tidak terjadi tapi terjadi”.

Begitu pula ketika kamu berada di tempat yang bukan habitatmu. Hal itu ibarat hewan-hewan yang “beruntung” tertangkap dan menjadi koleksi kebun binatang. Kamu tahu betul kan rasanya berada ditempat yang seharusnya bukan tempatmu? Bukan habitatmu? Hewan-hewan ini pun merasakan hal yang sama. Bagaimana bisa alam liar disamakan dengan kebun binatang yang hanya berapa hektar itu.

Mungkin, lama kelamaan mereka akan kehilangan instingnya, kehilangan kemampuannya. Seumpamanya saja macan, yang biasa berburu mangsa, tapi dikebun binatang dia hanya dilempari daging saja setiap hari. Tak perlu berusaha untuk mengintai, mengejar dan menerkam mangsanya, karena sudah diantarkan langsung, ibarat pesan makanan direstoran. Seumpamanya pula burung-burung yang terbiasa terbang bebas kesana kemari, kali ini hanya dikurung saja di kandang sekian meter kali sekian meter, tentu bisa saja lama kelamaan mereka bisa lupa caranya terbang jauh, cara terbang tinggi, cara melawan angin, cara mengendalikan sayapnya ditengah terpaan angin.

Banyak sekali mereka yang menjalani kehidupan layaknya hewan dikebun binatang. Entah karena kebetulan saja, Tuhan mencelupkan dirinya ke kehidupan macam kebun binatang atau dia sendiri yang memilih untuk masuk pada kehidupan kebun binatang. Membatasi hanya sebesar kebun binatang, hanya seluas sangkar yang didiaminya.

Seperti halnya macan yang diciptakan untuk menerkam, burung untuk terbang maka pun manusia juga diciptakan untuk misi nya masing-masing, bukan mengurung diri di kebun binatang meskipun kehidupan mungkin saja membawa pada suasana kebun binatang.

Karena memang keseharian kita dibatasi dengan lingkungan pergaulan dan lingkungan tempat tinggal, tapi tak salah bukan jika pemikiran, cara pandang kita lebih dari itu, seperti burung yang bebas terbang dan macan yang berlari beratus kilo meter untuk mencari, menerkam mangsanya. Untuk bertahan hidup dan menjalani kehidupan.

  • view 63