Keluarga Nabi Ibrahim

Hanin Septina
Karya Hanin Septina Kategori Project
dipublikasikan 05 Maret 2017
Perjalanan Cinta

Perjalanan Cinta


Cinta dalam Dimensi Waktu

Kategori Spiritual

1.7 K Hak Cipta Terlindungi
Keluarga Nabi Ibrahim

“Jika ada keluarga Nabi yang membuat kita iri, salah satunya adalah keluarga Nabi Ibrahim.”, Ibu mengawali acara menikmati senja seperti biasanya dengan kisah Nabi Ibrahim.

Nabi Ibrahim disebut bapak para Nabi, karena dari keturunan Nabi Ibrahim, banyak yang menjadi 25 Nabi dan Rasul dari keturunannya langsung yaitu Ismail dan Ishak. Nabi Muhammad, penutup para Nabi merupakan keturunan dari Nabi Ismail. Sedangkan bani israil, merupakan keturunan dari Nabi Yaqub yang merupakan putra Nabi Ishak. Dari sini dapat dilihat betapa kelihatan sempurnya keluarga Nabi Ibrahim dilihat dari begitu banyak berkah yang diberikan Allah SWT kepada keluarga ini hingga dapat menghasilkan keturunan-keturunan yang luar biasa. Namun, jangan pula terlalu menilai betapa nikmatnya kehidupan Nabi Ibrahim karena hal tersebut. Tentu saja cobaan dan ujian dari Allah sepadan dengan berkah dan nikmat yang diberikan kepada Nabi Ibrahim.

Betapa kesabaran Nabi Ibrahim diuji dengan belum hadirnya keturunan pada pernikahan Nabi Ibrahim dengan Sarah. Puluhan tahun, menunggu datangnya buah hati, dengan tetap menjalankan risalah sebagai seorang Nabi.

Ibrahim hidup pada masa Raja Namrud, manusia dengan kekuasaan yang sangat besar pada waktu itu dan dzalim. Nabi Ibrahim pun hidup pada masa kaum penyembah berhala. Dan ayahnya sendiri termasuk golongan penyembah berhala. Orang tuanya sendiri, yang begitu beliau hormati dan sayangi, tidak mau mengikuti ajaran Allah, lebih memilih untuk melanjutkan tradisi nenek moyangnya sebagai penyembah berhala. Nabi Ibrahim menghancurkan berhala-berhala besar pada waktu itu, menyisakan hanya satu yang tidak beliau hancurkan. Kaumnya begitu terkejut melihat “tuhannya” dihancurkan, “Siapa yang melakukan semua ini?”, salah satu dari mereka menanyakan tentang kehancuran didepannya. Nabi Ibrahim menjawab bahwa berhala yang melakukannya, satu-satunya yang tidak hancur. Mereka menjawab, “Mana mungkin sebuah berhala mampu untuk menghancurkan berhala-berhala yang lainnya?”, mereka tidak percaya dengan ucapan Ibrahim. “Nah, kalian sudah tau bukan? Mereka saja tak mampu mengurusi dirinya sendiri, bagaimana bisa mereka mengurusi alam semesta, dan yang paling utama, bagaimana mungkin kalian menyembahnya, menyembah sesuatu yang lebih rendah dibanding diri kalian sendiri?”, tentu saja mereka marah dengan ucapan Ibrahim hingga Nabi Ibrahim harus dibakar karena dianggap menyebarkan ajaran sesat, kafir terhadap ajaran nenek moyang yang sedang mereka jalankan sekarang.

Allah tidak akan pernah membiarkan kekasih-Nya disakiti, terluka. Allah telah menjanjikan tempat terbaik untuk hambanya yang beriman kepadaNya. Api itu tiada sedikitpun membakar Nabi Ibrahim. Api itu tiada sedikitpun menyakiti kekasih Allah.

***

Ibu mengakhiri ceritanya. “Loh bu, udah selesai?”, tanya Kama. Menoleh ke arah ibu yang sedang menyerutup teh buatannya. “Panjang nak cerita Nabi Ibrahim itu. Beliau salah satu Nabi yang banyak sekali disebut di kitab Al Qur’an. Kisah beliau begitu banyak dikisahkan. Tidak seperti Nabi Idris misalnya yang kisahnya tak banyak diceritakan.”

Kama mengangguk-angguk. “Bu, menurut ibu dari 25 Nabi dan Rasul itu mana yang terbaik?”, tiba-tiba muncul pertanyaan dibenak Kama.

“Haduh, Kama ini kok suka tanya yang sulit-sulit ya?”, kata Ibu. “Tapi sebelum ibu jawab, ibu mau tanya Kama dulu”

“Tuh, ibu juga suka tanya balik setiap Kama tanya. Hehehe”

“Ini salah satu teknik menjawab pertanyaan dengan menanyakan pertanyaan. Karena jawaban bukan hanya diakhiri tanda titik lho”, kata Ibu membuat Kama semakin bingung.

“Menurut Kama, dari semua merk es krim, Kama paling suka yang mana?”

“Hmmmm... apa ya Bu? Kama nggak ada sih yang paling suka. Suka semua. Habis semua enak”, jawab Kama dengan tersenyum.

“Ya, seperti itu juga nak, Nabi-Nabi itu berbeda masanya, berbeda ujiannya, mereka itu dikirim Allah pada masanya untuk menjadi manusia terbaik pada masanya. Untuk membawa pencerahan pada umat-umatnya masing-masing. Jadi misalnya saja Nabi Musa dikirimkan untuk kaum nabi Luth. Tentu tidak akan pas, Nabi Musa memang didesain khusus untuk Bani Israil, bukan kaum Nabi Luth, begitu pula Nabi Luth juga didesain untuk kaumnya. Masing-masing ya nggak bisa dibandingkan mana yang terbaik karena semua terbaik pada masanya masing-masing.”

Kama mengangguk-angguk. “Iya Bu, Kama ngerti”.

***

“Rubrik yang akan kita angkat mengenai generasi millenial. Gimana? Pada setuju nggak?”, Langit melemparkan pertanyaan ke forum saat rapat bersama tim majalah sekolah.

“Iya setuju Lang, ini tema lagi hits banget, dan lagipula ini membicarakan tentang kita juga kan. Lebih gampang juga ngangkatnya”, Fira memberikan pendapatnya.

“Tapi Lang, apa aja yang bakal kita tulis di rubrik-rubriknya, lalu siapa saja yang akan menjadi narasumber?”, Dani menambahkan pertanyaan.

“Iya, kita pikir satu per satu dulu mulai dari tema besar yang kita mau angkat. Aku udah merancang tim untuk masing-masing rubrik”, Langit memindahkan slide power point nya ke pembagian tugas yang akan diberikan kepada teman-teman.

Kama sedari tadi memperhatikan tanpa berkomentar sedikitpun. Seminggu yang lalu, dia dan Langit sudah merapatkan bersama pengurus inti mengenai bahasan rapat yang akan dibahas hari ini. Termasuk rubrik-rubrik didalam majalah dan yang bertanggungjawab untuk mengerjakan.

“Ini baru rancangan kasar yang aku dan Kama buat. Masih bisa berkembang atau berubah sesuai dengan kreativitas teman-teman. Kita membuka saran dan jika ada yang ingin ditambahkan, diubah atau dikurangi bisa berdiskusi dengan kami. Aku atau Kama. Untuk deadline fix nya , aku kasih waktu satu minggu.”

Langit menutup rapat sore itu.

Semua yang terjadi diantara Kama dan Langit seperti tidak pernah terjadi. Langit bersikap biasa saja. Begitu pula Kama. Sore itu, Kama melihat dia yang dikabarkan menjadi pacar Langit, berjalan pulang bersama Langit. Kama memandanginya dari jauh. Untung saja sore itu tidak ada Ayu disampingnya. Bisa dibully habis-habisan Kama jika ketahuan bertingkah seperti sekarang.

Wahai Sang Pembolak-Balik Hati, bisa nggak dibalik saja perasaan ini sama seperti sebelum Langit mengungkapkan perasaaannya padanya. Sebelum Kama mengenal rasa yang dirasakannya sekarang. Kalau memang ini bagian dari puber yang harus aku lewati, bantulah aku untuk setidaknya mengontrol rasa ini., batin hati Kama.

***

Maka, sebelum Muhammad dipertemukan dengan Khadijah, Ibrahim dipertemukan dengan Sarah, Adam dipertemukan lagi dengan Hawa, bantulah aku untuk menjalankan kehidupan sebaik yang dijalani oleh Khadijah, Sarah ataupun Hawa.

Kama menutup buku diary –nya.

  • view 354