Ibu (Dulu dan Masa Kini)

Hanin Septina
Karya Hanin Septina Kategori Renungan
dipublikasikan 12 November 2016
Ibu (Dulu dan Masa Kini)

Peran Ibu tidak perlu diragukan lagi merupakan peran yang sangat penting dalam kehidupan seorang individu. Bahkan bisa dibilang bahwa ibu merupakan sekolah pertama untuk anak. Ibu itu bukan hanya ibu tapi seorang istri, teman, yang mengurusi dan memikirkan banyak hal dalam satu waktu. Ibu itu adalah seorang perempuan.

Menilik peran perempuan yang sudah mengalami perubahan yang cukup signifikan dari era sebelum zaman penjajahan hingga sekarang. Katanya dulu perempuan itu enggak jauh dari urusan kasur, sumur dan dapur. Hingga sekarang semenjak isu emansipasi, persamaan gender peran perempuan menjadi lebih luas lagi. Tapi disadari atau tidak, peran menjadi istri, melahirkan, menjadi madrasah pertama untuk anaknya dari dulu enggak pernah berubah,

Jika persamaan gender itu biasanya diukur dari partisipasi perempuan dalam angkatan kerja, yang dulunya enggak (boleh) kerja dan sekarang (sudah) boleh kerja, Yang dulunya enggak (boleh) sekolah dan sekarang (sudah) boleh sekolah tak dapat dipungkiri bahwa didunia kerja peran perempuan sudah setara dengan laki-laki. Tapi urusan melahirkan, menyusui anak peran tersebut nggak akan pernah tergantikan oleh yang lain.

Nah, kalau dipikir pikir lagi, betapa keren bingits seorang perempuan yang bisa tetap mengurus anak dan bekerja dengan bersamaan. Tapi sekali lagi tergantung jenis pekerjaannya sih. Yang saya ingin bahas disini adalah jenis pekerjaan yang harus meninggalkan rumah dalam kurun waktu tertentu dan bahkan meninggalkan rumah selama beberapa hari untuk melakukan pekerjaan.

Tentu saja, peran Ibu untuk mengurus anak (apalagi yang masih bayi, masih kecil) menjadi tidak maksimal dan biasanya digantikan oleh neneknya, pembantunya, dan -nya, -nya yang lainnya.

Sebuah fakta yang tidak bisa dipungkiri bahwa kehadiran Ibu pada masa-masa kehadiran anaknya di Bumi ini merupakan hal yang sangat penting. 

Masalah tentang Anak pada zaman dahulu, enggak sekompleks sekarang ini di era digital. Dimana anak usia berapa tahunpun bebas melakukan akses informasi apaaapuuunn. Karena itu, peran orang tua untuk mengawasi dan menjaga anak-anaknya menjadi sangat penting.

Ya, memang sih tugas mendidik anak merupakan tugas Ayah dan Ibu, tapi tetap saja sih menurut saya, Ibu memegang porsi yang lebih banyak (bukan 100% tentunya). Dan bayangkan saja jika porsi waktu si Ibu dalam sehari-hari sudah dihabiskan dikantor, ditempat kerjanya.

Beginilah zaman berjalan. Semakin maju zamannya, semakin banyak tantangan-tantangannya. Itulah mengapa Suami-Istri benar-benar perlu untuk merumuskan metode asuh anak, pembagian tugas dengan bijaksana dan kompak. Karena ya, urusan anak sekarang bukan cuma tugas istri saja, sebagaimana urusan mencari nafkah di era sekarang, bukan hanya suami saja yang mencari nafkah.

Tentu saja secara matematis memang suami-istri yang keduanya bekerja akan mendapatkan penghasilan lebih banyak, yang tentu saja share terbesar pendapatan ini untuk anak-anaknya. Tapi jangan lupa bahwa anak bukan hanya tentang mencukupi kebutuhan jasmaninya saja, tetapi kebutuhan rohani juga perlu diseimbangkan, pemenuhan GIZI OTAK dan GIZI HATI :)

Selamat menjadi Ibu

PS. Gambar cari di gugel.

  • view 203