Untukmu, yang sedang berjuang demi mengangkat toga

Tiyan Septian
Karya Tiyan Septian Kategori Motivasi
dipublikasikan 23 Mei 2017
Untukmu, yang sedang berjuang demi mengangkat toga

 

Empat tahun bukan hal yang sebentar untuk mengarungi samudra pendidikan. Di empat tahun itu, kamu tenggelam dalam skenario kehidupan kampus. Bertemu dengan  teman dengan karakter yang beragam, Dosen yang baik hati sebaik kakak kamu sampai dosen yang killer sekalipun yang tak jarang buat kamu menangis karna pelit sama nilai. Disini juga, kamu bertemu pria yang membuatmu jatuh hati. Dia lebih senior, dia yang paling menonjol di organisasi.

Selama empat tahun, kamu harus terpisah dengan keluarga dan kerabat. Demi mendapat pendidikan yang layak, kamu berangkat dengan tekat yang kuat. Menepis jarak, mengesampingkan zona nyaman. Terkadang, disela kesibukanmu menempuh pendidikan, kamu berfikir berhenti saja. Ada rindu yang tak terbendung kala ingat setiap sore berkumpul bercengkrama dengan adik adik kamu. Tapi semua kamu kesampingkan demi ambisimu; sarjana muda.

 

  • Kuliah, bukan  soal title dan pengakuan.

 

Tidak seperti mahasiswa kebanyakan, yang rata rata berangkat kuliah cuma sebagai trend. Berangkat cuma buat mengisi absensi, setelah itu hang out bareng teman temannya. Kamu serius dengan pilihan kamu. Berjibaku memenuhi pasion yang kamu rancang jauh jauh hari. Setiap materi kamu cerna setahap demi setahap. Tidak sampai disitu, kamu juga ikut serta dalam keorganisasian demi menimbun pengalaman selama di universitas. Karna pencapaian bukan hanya dari ijazah dan pengakuan. Tapi yang terpenting adalah pendidikan yang bisa memberi manfaat.

 

  • Sekripsi, satu tugas yang masih harus diperjuangkan.

 

Empat tahun pun berlalu. Kamu tak lagi seaktif dulu. Kekampus cuma datang buat tambahan materi kuliah. Dan satu tugas lagi harus kamu perjuangkan. Sekripisi!. Tugas yang selalu cari masalah. Tugas yang setiap mahasiswa harus extra sabar untuk bisa menyelesaikannya. Ibarat sebuah game, skripsi itu level terakhir yang tingkat kesulitannya sangat rumit. Untuk mencapai final, harus selalu mencoba. Banyak yang lulus dan sampai pada wisuda. Namun banyak juga yang gugur dan akhirnya harus mengulang.

Sampai disini, kamu memang harus berjuang. Demi pasion kamu yang susah payah kamu bangun. Ibarat belajar naik sepeda. Jangan malas, kayuh terus!. Tak ada usaha yang akan mengkhianati hasil. Kamu bukan tipe orang yang mudah menyerah. Apapun caranya, kamu perjuangkan tugas ini demi menghadiahkan toga kepada kedua orang yang selalu mendukung kamu ; bapak ibu. Karena jika kamu menyerah, ada kekecewaan dari mereka yang mendukungmu. Dan nantinya, toga itu adalah hadiah dari perjuangan kamu selama empat tahun. 

 

"Mie instant saja prosesnya tidak instant. Jangan menyerah, pompa selalu semangat kamu!"

 

  • view 119