Sebaris doa; untukmu yang tak pernah lelah kuingat.

Tiyan Septian
Karya Tiyan Septian Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 18 Mei 2017
Sebaris doa; untukmu yang tak pernah lelah kuingat.

 

 

Bertemu denganmu bukanlah kehendakku, juga bukan keinginanmu.  Pertemuan ini tidak lain bukanlah kebetulan.  Tapi sudah ditakdirkan. Mengenalmu membuatku selalu belajar memahami keadaan.  Memahami bahwa hidup itu tidaklah instan.  Setiap keinginan tidak mudah untuk didapatkan. Disitu ada proses.  Seperti game,  untuk mencapai finish harus berusaha jangan sampai game over????. 

Terima kasih buatmu,  yang selalu menjadi inspirasi.  Menjadi penyemangatku ketika aku mulai lelah. 

Kujabarkan namamu dalam sebaris doaku agar dirimu selalu Semngat mengejar mimpi masa kecilmu. Jika kamu mulai lelah,  ada pundakku yang akan memberimu sandaran ternyaman. Jika ingin berkeluh kesah,  ada aku yang akan menjadi pendengar terbaik buatmu.  

Aku bukan lelaki hebat,  bukan lelaki berbakat dan tak ada yang bisa aku banggakan dari apa yang aku punya. Aku cuma punya semangat untuk terus memperbaiki diri, memantaskan diri menjadi lebih baik.Menjadi salah satu alasan kenapa aku menulis surat ini. Biarkan saja sekarang aku berjauang sendirian, pada saatnya nanti akan aku perjelas bagaimana cara memahami Rindu yang kutahan sendiri. Kamu juga harus tahu, jika Rindu telah menjadi Temu Dan segala Doa tak ada yang sia sia.

 

  • view 66