Orangtua menentang kamu berbisnis?

Seno Aji Airlangga
Karya Seno Aji Airlangga Kategori Enterpreneurship
dipublikasikan 07 Mei 2016
Orangtua menentang kamu berbisnis?

Orangtua menentang kamu berbisnis?

Selamat pagi sabtu...

Dimulai dengan segelas kopi hangat tanpa tahu bulat, digoreng, dadakan, limaratusan... *halah

 

Oke lanjut,

Beberapa orang sepertinya pernah mengalami masalah seperti judul di atas, ingin memulai bisnis tapi tidak disetujui oleh orang tua.

Sama halnya seperti teman saya yang beberapa waktu lalu mengajak ngopi ngopi lucu & ternyata dia sedang galau.

 

Tapi jangan salah karena galau dia bukan karena mantan yang 14 tahun ga ketemu, tiba2 muncul ngajak balikan,

Dia punya kegalauan yang positif,  ingin memajukan diri tapi terbentur oleh restu orangtua layaknya jaman Siti Nurbaya.

 

Dia: sen, gw bingung nih, gw pengen banget mulai bisnis tapi ga dapet persetujuan dari ortu

Saya: ga dapet persetujuannya gimana?

Dia: Jadi gini, gw mau resign dari kantor dan memulai bisnis sendiri, tapi ortu ga restu.

Saya: lu yakin mau buka bisnis & resign?, dunia usaha ga sesimple apa yang dibilang sama motivator yang suka ngomporin.

Dia: gw udah yakin sih dan gw udah pikir matang-matang, karena gaji gw juga belom mapan & gw belom ada tanggungan, jadi mau coba hal baru.

Saya: oke, kalo kemauan itu dari diri lu sendiri dan bukan karena kompor, gw akan cerita beberapa hal.

 

Sebenarnya banyak sharing terjadi antara kami, dan mungkin ini yang juga terjadi pada diri kamu, iya kamu...

sebelum lanjut baca ini, sandarkan posisi duduk kamu yang sekarang agar lebih rileks dan santai kaya dipantai.

Saya akan coba gali beberapa hal dan semoga bisa mencerahkan.

 

 

  1. Kenapa orangtua menentang berbisnis

Orangtua akan selalu memiliki otoritas untuk mengatur diri kamu, selama kamu memanfaatkan fasilitas dari orangtua. Pertanyaan yang perlu dilontarkan bukan "Kenapa ortu gw ga setuju sama pilihan gw sih!!?" tapi dirubah "Selama ini, apakah gw sudah mandiri ya?".

Semakin kamu ga mandiri, maka semakin berpengaruhlah orangtua terhadap pilihan hidup kamu. Itu sebabnya di saat kuliah saya sudah mencoba untuk mandiri dengan mencari penghasilan sebagai kuli angkut barang, mengamen, hingga menemukan dunia online dan banyak menghasilkan dari sana.

Apakah bekerja dan berjualan saat kuliah langsung disetujui oleh orangtua saya?. Bisa dibilang antara setuju dan tidak, karena faktor keterbatasan, jajan sebulan 100ribu saat kuliah, kalo ga cari tambahan, saya bisa jadi anak kuper gan hehehe....

Dari hal ini bisa sedikit disimpulkan bahwa semakin kamu manja menggunakan fasilitas orangtua, maka semakin kamu sulit mempertahankan argumenmu dalam menjalani pilihan hidup. Suatu hal yang wajar karena orangtua memperlakukan kamu sebagai aset yang harus dijaga dan dilindungi.

Sejak dini, keluarlah dari zona nyaman dan mencoba untuk mandiri, agar kamu memiliki kemudi penuh terhadap pilihan hidup. Jika saat membaca ini, kamu masih sering dikemudikan oleh orangtua, pilihannya ada di dirimu, ingin berubah, atau tetap dalam kondisi seperti itu.

  

  1. Orangtua hidup di zaman yang berbeda

Seperti yang pernah Saya bahas di artikel sebelumnya, bahwa manusia mempunya persepsi yang berbeda, karena banyak faktor yang mempengaruhinya. Faktor tersebut bisa berupa

lingkungan, latar belakang, lingkup pergaulan, dan sebagainya.

Dalam hal ini, orangtua kita adalah orang yang hidup di zaman berbeda, menurut mereka menjadi pengusaha memiliki resiko yang tinggi. Mereka tidak membaca buku bisnis seperti yang kita baca, tidak mengikuti seminar atau workshop tentang entrepreneursip yang sering kita ikuti, dan lingkup pergaulannya mungkin sebagian besar adalah sebagai karyawan.

Dari latar belakang tersebut, bisa dimaklumi jika mereka memiliki pola pikir yang berbeda dengan kita. Yang bisa kita lakukan adalah berdiskusi baik-baik dari hati ke hati, karena mungkin di benak mereka jadi karyawan enak dengan gaji yang pasti, tapi hati anaknya (kamu) menjerit ingin memulai bisnis.

  

  1. Berikan bukti

Orangtua melarang kamu berbisnis, bukan tanpa sebab. Itu adalah bentuk rasa sayang kepada anaknya, karena tidak ingin anaknya menderita. Oleh sebab itu, saat sudah mendapatkan izin berbisnis, jangan pernah manja dan mengeluh dengan masalah bisnis yang dijalani. Seperti yang saya bilang, bisnis itu tidak seindah apa yang dibilang oleh kompor motivator, akan banyak jalan berliku yang membuat diri menjadi lebih dewasa dalam bersikap.

Simpan keluhan dalam hati, tugas kamu hanya meminta doa restu agar dilancarkan, saat berbuah manis tunjukan buktinya kepada orangtua dengan mewujudkan beberapa mimpinya. Karena mewujudkan mimpi orangtua adalah salah cara mewujudkan mimpi kita.

 Yup, itu dia 3 point berdasarkan pengalaman pribadi yang bisa saya share kepada kamu, semoga bisa bermanfaat.

Dan perlu diingat restu Tuhan ada pada restunya orangtua, doa mereka pun langsung tembus langit tanpa tedeng aling-aling, jadi berdiskusilah dengan cara yang baik dan juga niat yang baik untuk membahagiakan mereka.

 

Semoga bermanfaat,

Salam, Seno Aji Airlangga

senoajiairlangga.com

 

 

 

  • view 785