Belajar Menahan Ego

Senja
Karya Senja  Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 02 Februari 2016
Belajar Menahan Ego

Terkadang tanpa kita sadari, sering rasanya kita lebih mengedepankan ego kita dari pada mendahulukan indahnya jalinan pertemanan, persaudaraan dan kekeluargaan yang t?lah terbina dengan baik, contohnya kita sering tiba-tiba kesal dan marah pada orang-orang di sekitar kita, baik itu pada teman, sahabat, orang tua, kakak, adik, tetangga atau pada orang lain, padahal mungkin masalahnya hanya sepele,misal tersinggung karena ucapan teman di bbm, padahal mungkin teman kita hanya bercanda, tapi karena mood kita yang sedang tidak bagus saat itu akhirnya di masukan ke dalam hati, , dan kita pun mendiamkan teman kita itu berhari-hari karena kesal, tak membalas bbmnya lagi, kalau ketemu kita masang tampang jutek , hingga pertemanan pun menjadi renggang dan tidak nyaman, Walaupun mungkin beberapa hari kemudian baik lagi. dan Contoh lainnya misal kita bertengkar dengan adik kita misal gara-gara adik kita membuat kamar berantakan dan menaruh sesuatu sembarangan, Hingga akhirnya kita memarahi adik kita, hingga membuat adik kita menangis.

Dan Contoh lainnya lagi misal kita kesal ke tetangga karena hal-hal sepele hingga kita jarang lagi main atau silaturahmi kerumahnya, kalau berpapasan kita pun jadi enggan menyapa.

Dari Contoh-contoh kecil tadi, marilah sejenak kita melihat ke dalam diri kita, mungkin kelihatannya kita menang dan mereka salah, tapi cobalah untuk melihat lebih dalam, sebenarnya dalam situasi ini yang menang bukanlah diri kita tapi ego kita, ego kita yang tlah membuat orang menjadi merasa bersalah dengan kita, ego kita yang membuat akhirnya orang menjadi sakit hatinya oleh ucapan dan sikap kita, ego kita yang akhirnya membuat jalinan yang sudah terbina dengan baik lambat laut akhirnya menjadi renggang dan tidak nyaman.

Bukankah lebih indah jika kita belajar untuk memaafkan? Bukankah lebih baik jika kita tidak menaruh kekesalan di hati? Bukankah lebih nyaman jika kita berlapang dada dan belajar ikhlas memaafkan, Bukankah lebih baik jika kita berdamai dengan diri kita sendiri ? Bukankah kita pun tidak luput dari salah dan khilaf ?

Yuk, mari kita sama-sama belajar untuk menahan ego kita, dimana, kapan dan di situasi bagaimana pun :)

?

Salam :)

?

Selasa Malam,

02 Februari 2016

Pukul 20.56 wib

?

?


  • Mochamad Syahrizal
    Mochamad Syahrizal
    1 tahun yang lalu.
    Karena memang musuh terbesar dalam hidup kita, adalah diri kita sendiri .. Terkadang kita lepas kontrol terhadap diri kita ini .. Ulasannya menarik teh Senja ..

    • Lihat 1 Respon

  • Senja 
    Senja 
    1 tahun yang lalu.
    Trims , wah ga nyangka bisa ketemu sama mas Ahmad lagi di forum ini, senangnya , di tunggu karya-karya berikutnya mas, Semangat terus berkarya ya

  • Pemimpin Bayangan III
    Pemimpin Bayangan III
    1 tahun yang lalu.
    Bukankah lebih indah jika kita belajar untuk memaafkan? Bukankah lebih baik jika kita tidak menaruh kekesalan di hati? Bukankah lebih nyaman jika kita berlapang dada dan belajar ikhlas memaafkan, Bukankah lebih baik jika kita berdamai dengan diri kita sendiri ? Bukankah kita pun tidak luput dari salah dan khilaf ? Artikel bagus...^_