Markah

sengkarut
Karya sengkarut  Kategori Puisi
dipublikasikan 24 Agustus 2017
Markah

Di pohon tua itu

Kugoreskan kerikil tajam setiap pagi

Membariskan garis-garis kecil penanda usia

Garisku lurus meski seringkali meliuk-liuk

Kata ibu, aku tak punya bakat menggambar

Apa membuat garis juga perlu bakat?

 

Angin berputar mengitari pohon tua

Ia jatuh sebelum sempat kuulurkan tangan

Lalu siang menjelma malam

Membenturkan pandang pada remang

 

Matahari mengendap-endap dalam kabut

Menyelinap di antara kerumunan embun

Menyoroti pohon tua yang nyeri

Kata ayah, garis-garisku tampak seperti lukisan Tuhan

Apakah Tuhan menghitung usianya dengan gambar?

 

Kelak aku dan Tuhan berdiri sejajar

Melambaikan tangan

Pada ibu yang bukan kritikus tenar

dan ayah yang juga bukan seniman

 

Sangga Buana, 24 Desember 2014

  • view 11