Akhirnya Dimulai

Sekotak Prasangka
Karya Sekotak Prasangka Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 06 April 2016
Akhirnya Dimulai

? ? ? ? ? ? Aku duduk di Gazebo senja ini. Sendiri, benar-benar sendiri sembari melihat sekitar. Sepasang sepatku aku etuk-ketukkan pada tanah. Dua puluh dua tahun kata orang akan berjalan cepat setelahnya, tapi jam-jam yang dilalui akan lebih lama setiap detiknya. Dan benar, detik ini berjalan begitu lama.

??????????? Mata ini menatap mereka sambil berdegub hening. Riuh sekali kupikir, semua sibuk dengan tatapan dan tawaan. Manis sekali kupikir, semua bahagia dan berbinar cahaya. Indah sekali kupikir, saling merangkul dan membagi cerita. Ah iya, aku mahasiswa tingkat akhir. Kupikir aku sendirian tapi nyatanya aku tidak sendiri. Paling tidak, aku sedang bersama pikiranku. Paling tidak, aku dibersamai hati. Menerka dan menikmati prasangka-prasangka. Disaat-saat seperti ini, bersama dengan mereka aku mulai membuat terkaan. Kadang berbahaya, kadang mengancam, tapi lebih banyak mengajarkanku arti kehidupan yang sederhana.

??????????? Bersiap siagalah, prasangka dan terkaanku bisa jadi doa yang melesat tinggi, mengendap pelan di langit dan sampai dengan rapi, tersusun, dan tiba-tiba terjadi. Lalu dengan sederhana, ?Ah iya, aku pernah menerka, ternyata kejadian juga hari ini..?

?-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Ah, kamu. Betapa mudahnya kamu menerka apa yang terjadi. Iya, kau pikir riuh sekali mereka membagi tatapan dan tawaan. Kau pikir memang sebahagia itu mereka, seindah itu mereka. Padahal, semalam, ada kabar tak mengenakkan hati. Orang yang sedang ia bagi tawanya menceritakan pada semesta dan seisinya tentang perbincangan yang diakhiri dengan, ?Aku percaya padamu, jangan bilang siapa-siapa ya?. Akhirnya kita mulai belajar, apa yang kita liat belum tentu seperti apa yang kita lihat, kan?

  • view 97