OJEK PAYUNG

OJEK PAYUNG

Segara Biru Bening
Karya Segara Biru Bening Kategori Kesusastraan
dipublikasikan 26 September 2016
OJEK PAYUNG

 

Perempuan muda itu setengah berlari, berjingkat menghindari genangan kecil di pelataran yang basah oleh hujan. Ia nyaris meninggalkan aku yang memayunginya dari rintik hujan yang turun di minggu siang itu.

Aku memayunginya dengan hikmat dan penuh rasa hormat.
"Terimakasih Mas" ucapnya, sambil sekilas memandang kearahku yang sudah setengah kuyup. Dari dalam bolamatanya aku sempat melihat ada rasa iba yang memancar keluar. 
"Duhhh... jangan iba padaku Nona, aku ini orang yang bahagia" begitu hatiku diam-diam menggugat makna yang memancar keluar dari dalam matanya.
"Ini Mas... untuk beli-beli..." katanya kemudian, sambil mengulurkan tangannya dan tanpa memandang lagi kearahku.
"Terimakasih wahai Nona yang baik hati" balasku, sambil kututup pintu mobilnya dengan 'gentle touch'. 
"Hati-hati nyetirnya ya, jalanan licin, selamat sampai ke tempat tujuan. Semoga Tuhan selalu melindungimu Nona" kataku, dengan suara yang nyaris tenggelam oleh deru air hujan yang kian menderas.

Mungkin ia tak lagi mendengar apa yang aku ucapkan. It's Ok...! Namum ia telah meninggalkan sesuatu yang membahagiakan dalam rintik hujan di siang itu.

That's why I love rain so much.

~ Segara Biru Bening ~

.

 

  • view 345