Tetesan Bening dari Mata

Kilau Tegar Mahajuna
Karya Kilau Tegar Mahajuna Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 25 Januari 2016
Tetesan Bening dari Mata

Bila dari sorot mata kita bisa tau kedalaman jiwa seseorang. maka tepatlah ungkapan yang menyebutkan bahwa apapun yang tampak dari mata, esensinya merupakan buah perpaduan dari perasaan, jiwa, pikiran dan hatinya. apapun yang ada di dalam, sedikitnya bisa nampak dari sorot mata seseorang, bahkan tak terkecuali ambisi, hasrat dan cita-citanya pula. Maka, dalam hal seperti ini, saya teramat suka memandangi mata seseorang hanya untuk sekedar ingin mengetahui seberapa tinggi dan seberapa besar cita-cita dan tujuan hidupnya. tentu saja ketika dia tidak sadar sedang dilihat oleh saya. karena pastinya saya tidak akan tahan kalo sampai bertatap pandang dengan oranglain, apalagi dalam waktu yang lama *awkward moment, Haha.?

Dan pada orang yang tepat, atau katakanlah kepada sebenar-benarnya manusia yang hebat, maka saya dapati sorot matanya yang teduh, yang kadang bergelora (?), dan tampak bersemangat penuh antusiasme. karena mata tidak mampu untuk berbohong. bahkan bila sedang berbohong pun, akan ketahuan oleh sebab dari matanya.

Mata merupakan ungkapan jujur dari perasaan. bila sedang sedih, mata akan mudah sekali untuk menampakkannya. sehingga cukup mudah juga untuk melihat seseorang yang sedang sedih, bahagia, haru, senang, ataupun yang sedang kelilipan debu (heh). tinggal lihat saja matanya. tetapi ada lagi yang lebih menakjubkan dari sekedar sorot mata, yaitu air yang ada didalamnya ; ia jarang keluar, tetapi sekalinya keluar bisa mengejawantahkan sejuta hal dan arti. tanpa dipungkiri, sedikitnya saya bisa merasakan tentang hal ini walaupun tidak ngerti-ngerti amat *Gubraaak. Maksudnya, bahwa dari sekian ungkapan selain lisan, maka pada air mata lah semuanya bisa tumpah ruah ; kebahagiaan, haru, kesedihan, kekecewaan, kemarahan, keempatian, bahkan bisa juga sebuah tipuan.

Dan diantara itu semua, yang saya suka adalah air mata oleh sebab haru yang berbuah empati. air mata ini akan sangat mudah sekali dijumpai pada orang-orang yang berhati lembut. bagaimana tidak, dengan hanya cukup melihat video atau tontonan tertentu yang memang inspiratip (dan sedih), ia dengan sendirinya akan keluar. tanpa bisa ditahan. tapi dari pengalaman kemarin, disaat kebanyakan perempuan berderai air mata, saya sendiri anehnya tidak. padahal untuk ukuran empati, seharunya memang haruslah minimalnya ada setetes. bukan. bukan maksudnya cengeng, hanya saja, itu adalah ungkapan kejujuran dari hati atas penderitaan orang lain.

Eh, jangan bilang lupa lagi caranya (atau mengapa harus) menangis? semoga tidak.

  • view 167