Kecanduan Rindu Yang Sungguh Mengganggu

Kilau Tegar Mahajuna
Karya Kilau Tegar Mahajuna Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 11 Februari 2016
Kecanduan Rindu Yang Sungguh Mengganggu

Rindu pun, semacam ibarat candu yang terpaksa. ia tidak dikehendaki tetapi menyelusup masuk secara paksa tanpa bisa ditahan-tahan. dan ketika itu terjadi, sensasi rasa yang tak terdefinisi pun menyeruak ke permukaan, melahirkan tindakan-tindakan gila yang kadung seringnya tak berkawan dengan akal sehat.

Rindu pada apa, terhadap siapa, dan bagaimana mengatasinya menjadi pikiran yang seksi untuk direnungkan. kadang, saya tak suka dengan hal yang mengganggu, tetapi untuk rindu, walaupun menurut akal sehat itu sangat mengganggu, nyatanya tetap saja saya suka. malah inginnya berlama-lama dalam ketidakberdayaan untuk harus melakukan apa itu.

Mau disingkirkan pun rindu tetap saja menjadi bayangan, yang akan mengikuti kemana pun saya melangkah. kemana pun saya pergi. Bahwa telah menjadi hukum alam, rindu dan waktu itu selalu bersama. sehingga ketika saya menyadari bahwa saya berada dalam suatu dimensi waktu, maka rindu itu akan terus menderu mengikuti si aku. Jadi, cara terbaik yang bisa dilakukan adalah dengan membuat kerinduan itu menjadi gerak kerjanyata dan dari sebuah rencana yang dipersiapkan untuk menyongsong apa yang benar-benar di rindukan. *ga ngerti ya?

Di akhir, saya ingin membocorkan satu hal, gampang saja bila ingin tidak terjebak pada rindu, segeralah tidur dan kau pun untuk sementara waktu (sayangnya cara ini tidak permanen) akan lupa terhadap rindu, bahkan kau pun akan lupa, kenapa bisa begitu.

Bila rindu disebabkan oleh perpisahan, maka bertemu adalah jawabnya.
bila rindu disebabkan oleh masa lalu, maka mengenang adalah salah satu cara menyelesaikannya.
bila rindu disebabkan oleh kamu, maka aku tidak bisa berbuat apa-apa lagi. aku takluk. bertemu denganmu hanya menyebabkan rindu itu semakin menggebu di kala aku sendiri nantinya, maka benarlah bahwa hari-hari sunyiku, adalah hari-hari tanpamu, ketika engkau jauh dariku.

Rindu itu absurd. dan sangat mendalam. dan rasa semacam itu hanya akan ditimbulkan oleh efek rindu, hanya membuat saya termangu menatap ke depan yang jauh, yang kosong. saya tidak mengerti sedang melihat apa. penglihatan saya seolah tertutup oleh sebuah penghalang, dan rindu, berlonjak kegirangan diseberang penghalang tersebut untuk ingin segera saya capai, dengan sorot mata. tapi tak kunjung bisa. *mulai meracau.

Rindu seseringnya malah sering mengacaukan akal sehat. tak akan hilang oleh sebab bergerak, dan tak akan enyah oleh sebab di pikirkan. semakin dalam memikirkan tentang rindu, merindu, dan yang dirindui, maka semakin dalam juga saya terperosok kedalam jurang yang tiada bertepi. yang di dapatkan hanya kekosongan, hanya kegelapan yang bahkan diraba pun tidak bisa. *beneran ngigau.

Rindu, seringnya malah membuat saya gila bila tak tertanggulangi, dan sialnya, waktu malah berkonspirasi terhadap efek dari rindu. semakin waktu bergerak, semakin menjadi-jadi kegilaan oleh sebab rindu tersebut. dan bagaimana mungkin saya bisa menghentikan waktu ?

Benarlah kata seseorang, Rindu itu hanya memberikan dua pilihan : hilang di hapus waktu atau menjadi gila, dan pada kasus saya, sepertinya saya jatuh pada pilihan yang kedua. btw, gambar boneka beruang itu keren juga, kan?

  • view 305