Dilarang Mengeluh Ketika Naik Kereta

Kilau Tegar Mahajuna
Karya Kilau Tegar Mahajuna Kategori Politik
dipublikasikan 10 Februari 2016
Dilarang Mengeluh Ketika Naik Kereta

Jadi, sebetulnya tulisan ini berangkat dari karena keseharian saya bersama kereta. saya sering mengalami hari yang buruk dengan perasaan seperti selalu dikecewakan oleh kereta *Halah bahasanya*. hanya saja saya mencoba untuk tetap bersabar. tentu saja bukan karena saya laki-laki tegar atau tangguh, itu lebih karena tidak ada lagi transportasi lain lagi yang bisa saya pilih. Haha.. ada sih, cuman mahal. jadi, tetap bertahan dengan yang murah, merakyat dan elegan(?). Mungkin kalau yang lebih bagus banyaaakkk *Mendadak inget iklan*.

Nah, karena punya pengalaman sering di kecewakan ini, saya jadi lebih realistis dalam memandang permasalahan bersama kereta. Salahsatunya adalah tentang masalah duduk dan tempat duduk. jangan ditanya bagaimana kacaunya para penumpang bila akan naik kereta. terlebih ibu-ibu. mungkin tingkat keganasan para penumpang ini berbanding terbalik dengan ketersediaan jumlah kursi yang kosong di kereta. bila semakin sedikit bangku kosong yang tersedia, maka perebutan itu dijamin akan berlangsung ricuh. lebih ricuh daripada demonstrasi mahasiswa menuntut BBM turun. :)

Saya? seseringnya mengalah *Tsaaah*.. dan lebih memilih untuk mundur dari persaingan mendapatkan kursi tersebut *Ini sudah kaya pemilu aja ada perebutan kursi segala*. dan walhasil (terpaksa) harus berdiri, sambil menyandar ke dinding-dinding gerbong kereta biar tidak terlalu pegal, yang kalau dilihat dari jarak jauh, mungkin akan berpikiran bahwa saya tak ada bedanya dengan seseorang yang sedang berada di bawah guyuran shower (baca : merenungi nasib). tapi, itu tidak lantas membuat saya sedih dan kecewa, karena semenjak tadi pagi saya berhasil merubah cara pandang saya terhadap konsep keretaapi-duduk-berdiri.

Jadi, setelah saya analisis, ternyata sederhana bahwa duduk itu hanya fasilitas. dalam artian, duduk di kereta itu tidak benar-benar mencerminkan tujuan dari saya berkereta. artinya, tujuan saya naik kereta itu adalah untuk segera disampaikan ke tempat tujuan (semisal Bandung), sehingga tujuan saya naik kereta itu bukan untuk duduk. Dan manakala saya mengingat hal ini, ketika kondisi mengharuskan saya untuk fokus terhadap tujuan, maka saat di dalam kereta ; mau saya duduk, berdiri, menyender, lesehan atau guling-guling sekalipun tidak jadi masalah. yang penting segera disampaikan ke tempat tujuan. dengan selamat, aman dan sentausa, tanpa kehilangan bagian-bagian atau anggota tubuh saya. jangan, jangan tepuk tangan, saya gak perlu diapresiasi atas kerja keras untuk memikirkan hal ini. :)

  • view 158