Aku Cinta Bandung, tapi Krawang Masih Terkenang

Kilau Tegar Mahajuna
Karya Kilau Tegar Mahajuna Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 09 Februari 2016
Aku Cinta Bandung, tapi Krawang Masih Terkenang

Ada dua komoditas yang sepertinya paling laku di kerawang oleh sebab demografi dan keadaannya, yaitu Air (minum) dan kipas angin. bahkan dalam waktu sepagi sekali selepas fajar, tidak terlihat ada tanda-tanda embun akan datang. mungkin sudah menguap duluan. dan memang, tidak ada kondisi menggigil kedinginan yang bisa ditemukan di daerah kerawang pada orang-orangnya. hingga ketika shubuh-shubuh menyalakan kipas angin pun, itu bukan konyol, tapi karena memang tuntutan keadaan ; sekedar untuk melepas gerah.

Hal ini membuat saya berpikir keras, bahwa ternyata sering dan mudahnya berkeringat itu tidak selalu menunjukan gejala dehidrasi, bisa saja ketika itu, ketika tetiba anda berkeringat dengan sendirinya dan merasa sering haus, anda hanya sedang berada di sekitar daerah kerawang. karena disini, tanpa perlu untuk mengalami dehidrasi, tanpa perlu melakukan aktivitas berlari atau dikejar anjing, dengan mudahnya anda akan mengeluarkan keringat. dengan sendirinya, tanpa diminta sekalipun.

Tetapi walaupun gerah, kadang kalo untuk urusan tampilan bintang dan bulan di malam hari, Kerawang masih bisa dinikmati. meski jumlah bintang yang bisa dilihat dengan mata telanjang jumlahnya tak seberapa, tetapi langit malamnya toh masih bisa disebut indah bagi yang menginginkannya.

Hanyasanya, malam di kerawang, seperti malam di bandung nun jauh disana, mengingatkan saya pada suatu kenyataan yang tidak ingin disangkal, bahwa pada malam hari, bintang yang bersinar (terang) harus perlu gelap untuk membuatnya begitu. ya, bintang pun perlu gelap untuk membuatnya bersinar. dan, setelah saya pikir ulang, apa hubungannya dengan bahasan sebelumnya. Haha. gak nyambung ding. Abaikan !

Dan satu kenyataan lagi, mau diterima atau pun tidak, sejatinya istilah, "Peras keringat banting tulang', tidak terlalu berlaku di daerah kerawang. karena tanpa dibanting pun tulang-tulang kita, dengan sendirinya kita akan berkeringat. bahkan hanya dengan duduk-duduk di kosan, baca buku dan sesekali melirik jam di hape, itu sudah lebih dari cukup bagi tubuh untuk mengeluarkan dan banjir keringat.

Di kerawang, hampir setiap waktu selalu mandi. bahkan seharian pun mandi. mandi keringat maksudnya. dan farfum jadi tidak berguna seketika itu juga.

  • view 101

  • Pemimpin Bayangan III
    Pemimpin Bayangan III
    1 tahun yang lalu.
    Membaca artikel ini jadi paham tentang Karawang. Apakah panasnya linier atau ektrim dan berubah-ubah?

    • Lihat 1 Respon