Ketakutan-Ketakutan yang Tidak Perlu

Kilau Tegar Mahajuna
Karya Kilau Tegar Mahajuna Kategori Psikologi
dipublikasikan 05 Februari 2016
Ketakutan-Ketakutan yang Tidak Perlu

Tidak ada manusia yang tidak mempunyai ketakutan. saya berani jamin. bahkan seorang yang pemberani pun, mempunyai segi-segi tertentu dari kehidupan ini yang membuatnya takut. entah apa lah itu. karena ketakutan memang diciptakan untuk mengiringi sejarah kehidupan manusia. kita tidak pernah bisa benar-benar mengelak darinya. *Tsaah. bahkan takut terhadap ketakutan itu sendiri pun merupakan ketakutan yang menakutkan(?).

Tapi kabar baiknya, ketakutan itu bukan sesuatu yang buruk, justru dengannya, maka kita bisa melatih diri lalu memutar otak dan pikiran agar ketakutan tersebut tidak semakin menjadi-jadi, karena biasanya ketakutan akan hilang setelah dihadapi, kan? Malah yang awalnya terasa menakutkan, bila sudah dijalani dan berhasil dilewati, pada akhirnya kita akan bilang, ya elah, begitu doang ternyata. Tuh kan manusia memang suka melucu, ya? Haha.

Hanyasaja seperti halnya tabiat kehidupan, bila kita terlalu lemah dan (belum apa-apa) lantas menyerah di hadapan ketakutan (yang malah ketakutan itu belum tentu benar2 ada atau terjadi), itu adalah nama lain untuk sikap pengecut dan betapa pecundangnya kita. Nah, karenanya cara terbaik untuk mengalahkan rasa takut adalah dengan menaklukannya. bisa dengan beragam cara dan terserah. setiap orang mempunyai cara untuk mengakali ketakutannya itu.

Tetapi, sebesar apapun ketakutan saya terhadap apapun, alhamdulillahnya tidak pernah punya riwayat phobia terhadap sesuatu. istilah phobia tentu saja dilahirkan oleh orang-orang pintar jebolan jurusan psikologi untuk menamai suatu gejala tertentu dari ketakutan yang abnormal. sebagai sesuatu yang (mungkin terlihat) keren saya kutipkan beberapa phobia, mulai dari yang bisa dicerna oleh akal sehat, yang melankolis, hingga yang membayangkannya pun membuat ngeri dan ngilu. dan membuat kita untuk beberapa saat tercenung dan bertanya, ?Eh, bener ya ada phobia yang kayak gitu? kasian sekali?. Hmm, ..

Apa saja? Euu, .. ini diantaranya ; ada yang namanya gephyrphobia, yaitu ketakutan menyeberangi jembatan karena prasangka bangunan itu bakal runtuh?sebagian. tipikal jembatannya pun, kata orang yang mengalaminya, bisa sangat spesifik. semisal jembatan kereta api (terowongan), atau yang lainnya. jadi tidak untuk setiap jembatan. kalo jembatan biasa, mungkin tidak terlalu menakutkan baginya. selain itu, ada juga hemophobia atau ketakutan terhadap darah, iatrophobia atau ketakutan terhadap dokter, claustrophobia atau ketakutan terhadap ruang sempit, sampai yang sedikit melankosis yaitu ombrophobia atau ketakutan terhadap rintik hujan *Ceileeh melo amat*.

Btw, selain daripada hal2 yang sudah disebut, semoga kita tidak dijangkiti dengan phobia yang mengerikan semacam optophobia, yaitu ketakutan membuka mata, kondisi yang memungkinkan penderitanya mencakar atau mencungkil matanya sendiri, baik dengan tangan kosong, paku, atau garpu selada.

Oia, kalo-kalo ada yang takut dengan pertanyaan ?Kapan nikah??. bersyukurlah, itu bukan salahsatu gejala phobia, setidaknya begitu. karena seberapapun menakutkan dan menyakitkannya kata-kata itu, itu tidak diklasifikasikan dalam phobia yang penting untuk dicatat atau ditangani oleh psikiater. pertanyaan itu hanya dibuat sebagai upaya konspirasi manusia-manusia yang sudah punya pasangan untuk membuat jomblo agak tersakiti hatinya(?). pedih sekali rasanya, bung.

  • view 157