Senandika Tegar Mahasabdika

Kilau Tegar Mahajuna
Karya Kilau Tegar Mahajuna Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 28 Agustus 2016
Senandika Tegar Mahasabdika

Banyak orang yg tidak bisa beranjak dari masa lalu. mereka terjebak disana, menangisinya, menyesalinya, mengutuk diri sendiri dan mengangan-angankan bahwa apa yg terjadi di masa itu dapat dirubah. Mereka tdk tahu, bahwa kalau masa lalu berubah, sekecil apapun, maka masa depan mereka pun otomatis akan berubah. Apa yg lebih mengerikan dari kemampuan manusia bila diijinkan utk merubah masa lalunya sesuka mereka?
 
Ketidakmampuan utk berdamai dg masa lalu adalah sebuah problem. Ia membuat hidup menjadi tidak nyaman utk dilalui. Dan lebih jauh dari itu, hal tsb mencerminkan bahwa ia tidak mampu berpikir dg akalnya, bagaimana mungkin ia menyesali sesuatu yg jelas-jelas mustahil utk dirubah. Sampai kapanpun, manusia tidak akan bisa membalik waktu. Jadi, mengapa harus membuang waktu yg terberi utk digunakan percuma dg tetap memikirkan sesuatu yg jelas2 tdk akan bisa dipengaruhi sama sekali. Ini bukan soal apakah move on itu harus, meski saya tdk memungkiri bahwa dalam sejarahnya manusia tdk bisa bertahan terhadap luka, ia tdk diberi kemampuan utk resisten, yg ada hanya berusaha survive dg pura-pura kuat dan b tegar.
 
Masa lalu adalah satu hal, dan tafsiran kita terhadapnya adalah hal yg lainnya. kita tdk bisa merubah masa lalu, tapi kita masih bisa merubah cara kita menafsirkannya. Merubah cara pandang kita dalam melihat kenyataan masa lalu adalah lebih baik, dg begitu kita bisa lebih mudah mendamaikan masa lalu dg masa kini. Itulah upaya kita utk merelevansikannya. Utk masa lalu yg sudah lalu waktunya, kita terima dg segenap keindahan, romansa, kenangan, dan kesakitannya. Bagaimanapun, dan atas apapun yg telah atau akan terjadi, hidup harus tetap dilanjutkan, bukan? 
 
Kita adalah manusia, yg telah belajar bersama hidup. Yang menjadi tegar karena waktu, tidak mudah menyerah oleh sebab getir, dan akan tetap tersenyum meski badai membayang. Kita telah membuktikannya, dan akan terus begitu, hingga kehidupan, mengakui akan kebesaran jiwa kita, mempercayai bahwa keberadaannya menjadi jauh lebih bermakna dg adanya manusia. Karena hanya manusialah, yg bisa memaknai alam ini dg cara yg unik dan kreatif.
 
Bila aku sdg kaku dan sedih dg masalalu, dg lantang aku katakan kepada jiwaku, "Wahai Djiwa, engkau menginginkan sesuatu, sedangkan Allah menghendaki yang lain. Kehendak Allah diatas keinginanmu. Aku tak bisa apa-apa, selain yang sudah terjadi."
 
*Tulisan ini saya dedikasikan utk ikan cupang saya yang mati kemarin karena serangan jantung, bagi tokek di rumah tetangga yg kabur entah kemana, bagi padi didepan rumah yg tiba2 sudah menguning saja, bagi anak-anak kecil yg berhenti mengejar layangan putus, bagi anak jalanan yg tetap ceria, dan bagi hari esoknya siapapun dg segenap kerumitannya.


  • Vera 
    Vera 
    10 bulan yang lalu.
    thumbnailnya sebuah cerita masa lalu?
    saya pikir mau kasih opini soal penyajian makanan di thumbnail.. *abaikan komen

    • Lihat 2 Respon

  • Anis 
    Anis 
    10 bulan yang lalu.
    saya tadi ngubek2 textbox nyari format tulisan kayak gini kok gak nemu2 ya
    *komen sebelum baca isi*

    thumbnailnya ngingetin soal warung Jamban