Kisah Tempe

Kilau Tegar Mahajuna
Karya Kilau Tegar Mahajuna Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 27 Mei 2016
Kisah Tempe

Apalagi yang lebih menyedihkan dan menyesakkan hati bagi Tempe selain melihat kenyataan bahwa temannya yg semenjak dulu selalu bersama dia, telah menjadi begitu berubah, maju dan terkenal. sementara dirinya sendiri seolah tidak ada kemajuan sama sekali (menurutnya).

Tahu telah menjadi sesuatu yg berbeda 180 derajat di matanya, menjadi sosok yg bergelimang dg popularitas, sampe dibuatkan soundtrack khusus sehingga semua anak2 SD sudah hafal diluar kepala. Tahu, menurut Tempe, telah menjelmakan dirinya dg beragam varian yg meraup sukses di pasaran (?) dan akan terus begitu.

Di hati kecilnya kadang Tempe merasakan iri betapa meskipun keduanya dilahirkan dari rahim yg sama : kedelai. nyatanya nasib bisa menjadi sangat berbeda. suratan takdir memang siapa yg tau.

Dengan tatapan nanar, di sepanjang jalan Tempe tanpa berkedip sambil melongo yg tak henti2nya kagum melihat Tahu, temannya itu, tampil sedemikian rupa, sedap dipandang dan enak dimakan, dijadikan kudapan juga sama lezatnya. ada Tahu bulat (yg belakangan menjadi primadona pasar), Tahu keremes, Tahu pedas, Tahu Sumedang, Tahu Susu Lembang, Tahu kering, Tahu Spongebob, dan masih banyak lagi Tahu-Tahu lainnya yg akan segera Coming Soon, tinggal menunggu waktu launchingnya saja.

Bagaimanapun Tempe tampak tak ada apa-apanya di hadapan kesuksesan duniawi Tahu. hampir2an ia mau bercucuran air mata sebelum teringat kata2 gurunya yg bilang, "Kau tdk perlu merenungi nasibmu, karena Tuhan bekerja menjalankan takdir-Nya, memproduksi nasib dan takdir bg ciptaan2-Nya. yg perlu direnungi adalah perkembangan kerja kerasmu, keteguhan jiwamu dalam menjalani hidup. Hidup di dunia tdk ada kaitannya dg pencapaian dunia. uang banyak adalah pencapaian dunia, sedangkan manpaat uang itu adalah sukses akhirat."

Tempe berjalan pulang dg gontai, matanya sendu, tapi menyimpan pikiran yg sdg malang melintang kemana-mana. sepanjang telah ia habiskan waktunya di dunia ini, semakin ia sadar bahwa segala sesuatu yg dibatasi oleh mati bukanlah sukses. Itu artinya, memang dalam kehidupan ini belum pernah ada cita-cita yg tercapai.

Tempe berusaha utk ikhlas dan mengikhlaskan. Tahu yg sukses dan populer, memang begitulah jua adanya. mulai dari detik itu ia berjanji utk tdk mengeluh lagi, berjanji utk menjadi Tempe yg tangguh, tegar dan tdk sombong.

Menjelang larut, dalam cahaya listrik yg memang buatan, segala sesuatu berjalan tanpa perasaan kecuali kekosongan dan keterasingan.

 

p.s. abaikan gambar, karena saya memang suka tidak nyambung antara gambar dengan tulisan. harap maklum, sedang koslet.

  • view 164

  • Eny Wulandari
    Eny Wulandari
    1 tahun yang lalu.
    Wakakakakak! Saya ngakak banget baca ini, apalagi nyadar emang thumbnail sama isi tulisan nggak nyambung. Plus mas nya jujur ngaku sedang korslet.. Jangan khawatir, tempe, saya selalu setia padamu. Dari dulu juga nggak suka makan tahu..

    Semangat selalu,

    Fans fanatik tempe.. Hahahaha!