Percakapan Serius Perasaan dan Logika

Kilau Tegar Mahajuna
Karya Kilau Tegar Mahajuna Kategori Proses Kreatif
dipublikasikan 27 Mei 2016
Percakapan Serius Perasaan dan Logika

*warning ; Kuawali tulisan ini dengan sebuah peringatan yang tak perlu bahwa apa yang akan kau baca adalah sebuah sampah. Jadi, buanglah sampah pada tempatnya.

Ini adalah tentang percakapan serius antara perasaan (P) dan Logika (L) tentang cinta (bukan nama orang). dari sudut pandangnya masing-masing. ini bukan sesuatu yang harus dipikirkan dalam-dalam, apalagi sampai membuat keningmu berkerut-kerut, alis menyatu, bibir kumat-kamit, atau hingga membuat tidurmu jadi tidak nyenyak, tetapi sebaiknya ini cukup disimak dan diperhatikan saja (atau dibuang saja pada tempatnya).

Adapun masalah benar engganya, aku tidak bisa menjamin, karena baik si perasaan maupun si logika, pada sisi yang berseberangan mempunyai sisi kebenarannya masing-masing. dan tentunya, juga ada sisi yang kurang benarnya, atau justru terdapat efek lebayisasi (?) dari si empunya cerita, yang dalam hal ini ternyata adalah aku. wow. tetapi, bila sudah berkait dengan cinta, bukankah itu memang sesuatu yang menarik untuk dibahas, terlebih ini di bahas oleh dua hal yang saling berkait dan berebut perhatian si empunya cinta. silakan.

*Bila seseorang jatuh cinta kepada seseorang*


P: Begini, mbokya dia itu memang layak dicintai dengan sepenuh hati kok.
L: Hati-hati, bagaimanapun juga jangan sampai kau terlalu cinta, hal itu bisa membuatmu tidak bisa memandang sesuatu dengan objektif lagi. cintailah alakadarnya dan sederhana. bisa jadi apa yang kau cintai sekarang, di lain waktu akan kau benci. dan apa yang kau benci sekarang, di suatu saat nanti malah yang akan kau cintai.

P : Perasaan semacam cinta itu pada akhirnya akan terus naik ke permukaan, dan bila sampai waktunya kau untuk mencintai, maka itu tidak bisa ditahan lagi.
L : Iya benar, cinta memang seperti itu. tetapi tentang perasaan itu yang ditahan atau tidak, pada akhirnya akan bermuara pada penyalurannya masing-masing. bahkan, dengan cinta, setidaknya kau bisa membuat sebuah puisi. itu potensi untuk berkarya. dan bukankah itu juga sebuah bentuk penyaluran yang positif ?

P : Tidak cukup untuk mencintainya saja, dia pun harus mencintaiku pula.
L : Nah itu yang sering kali tidak kau pahami. cinta itu tidak begitu. ia tidak terlalu mengharapkan respons dari orang yang dicintainya. cinta itu satu arah, bagaimana dia ke kita itu arah yang lain. kau tak usah pusing memikirkan apakah ia mencintaimu juga atau tidak.
P : Tetapi, tidak akan sempurna cinta bila tidak saling memiliki. tidak saling mencintai.
L : Engkau lagi-lagi salah dalam memahami cinta. cinta itu indah, dan aku sedang setuju dengan hal itu, tetapi menjadi beda arti lagi ketika engkau menambahkan kata "saling" dalam cinta. cinta dan saling mencintai itu adalah aktifitas yang berbeda.
P :Terus, bukankah lebih indah lagi kalo orang yang kita cintai juga mencintai kita?
L :Tidak ! tidak indah, tetapi sangat indah sekali. akan tetapi, itu terlepas dari koridor cinta yang pada awalnya ia diciptakan dari keindahan. saya malah khawatir, bila orang yang kita cintai itu malah menderita ketika harus mencintai kita. Jadi, sebaiknya kita perlu merepormasi ungkapan jasdul itu, harusnya kita hilangkan ungkapan, "Cinta bertepuk sebelah tangan". tidak ada dalam kamus cinta ungkapan seperti itu. cinta itu indah, dan sudah cukup berhenti disitu, titik. tanpa ada tuntutan yang lainnya.

P :Kamu tidak bisa merasakan apa yang aku rasakan.
L: Ya, untuk itulah aku ada. aku memikirkan apa yang oleh kamu tidak terpikirkan. bukan! aku bukan sedang merasionalkan cinta, tetapi aku sedang membetulkan letak pemahaman kamu yang keliru tentang bagaimana seharusnya merasakan cinta.
P : Bagaimana seharusnya aku merasakan ?
L : Kamu hanya cukup merasakan bahwa cinta itu indah. maka dengan sendirinya, dari sana akan munculah sebuah komitmen, munculah saling pengertian, memahami, pengorbanan, doa untuk orang yang dicintai, dan tentu saja menumbuhkan potensi yang bisa mengembangkan bakat yang terpendam ; masing-masing diantara keduanya. Sementara bila engkau merasa sakit karena cinta, ketahuilah bahwa itu bukan cinta, tetapi engkau yang terlalu egois hingga menyetir cinta sesuai dengan apa yang engkau kehendaki.

P : Apa salahnya bila cinta itu berujung pada saling memiliki?
L : Itu jelas keliru. cinta tidak selalu menghendaki untuk memiliki. bila engkau mencintai dia dan ingin memilikinya, maka ketahuilah bahwa engkau tidak sedang mencintainya, tetapi engkau sedang mencintai dirimu sendiri. kau benar-benar egois. dan bila engkau menghendaki cinta itu harus memiliki, maka engkau akan merasakan kecewa bila tidak sampai memiliki. cukup engkau syukuri karunia yang diberikan oleh Tuhan ketika engkau masih bisa merasakan yang namanya cinta. karena itu saja ternyata sudah kelewat besar dan agung.

P : Jadi, seharusnya bagaimana aku bersikap kepada orang yang aku cintai?
L : Ada banyak cara bagimu untuk menjaga cintamu kepadanya, dan satu cara terbaik yang paling aku suka, adalah dengan cara menjaga dirimu sendiri. bukankah hakikatnya dia itu akan kembali jua kepadamu bila ia adalah 'milik'mu yang hilang. karena ia diciptakan dari tulang rusukmu. pernahkah kau memeriksakan tulang rusukmu itu ke dokter atau via rontgen, dan adakah satu yang hilang? khawatirlah bila tulang rusukmu lengkap, karena itu artinya mungkin engkau memang terlahir untuk menjadi jomblo kekal.

P : Aku akan sedih bila tidak melihat dia tersenyum, bila tidak berada di sampingnya yang selalu. bagaimana kau berpikir tentang itu, hai logika ?
L : Ah, itu hanya perasaanmu saja. jangan-jangan dia sendiri tidak selalu senang ketika engkau berada di sampingnya. kalo tentang senyum, ya aku setuju, engkau kepadanya haruslah yang bisa membuat dia selalu tersenyum. tetapi bukan senyum palsu, melainkan senyum tulus yang memang ingin ia berikan kepadamu, tidak seperti senyumnya kepada orang lain.
P :Bagaimanakah senyum tulus itu ?
L: Yaitu, yang ketika dia tersenyum kepadamu, maka tak perlu kau tanya cinta dia kepadamu. senyumannya itu sudah lebih dari apapun. engkau bisa menafsirkannya sendiri. ku harap kau tau dan mengerti. asalkan engkau jangan tersenyum kepadanya ketika kebetulan dia sedang terpeleset, karena ituu keterlaluan sekali. Ha ha ha.

*Bersambung* (sayanya keburu ngantuk, mau mandi dulu).

  • view 491

  • Eny Wulandari
    Eny Wulandari
    1 tahun yang lalu.
    Keren... Sukak. Dalam, berisi tetapi dalam bahasa yang kocak, khas mas nya yang satu ini. Salut!

    • Lihat 1 Respon

  • Anis 
    Anis 
    1 tahun yang lalu.
    ada kata REPORMASI, JASDUL

  • Anis 
    Anis 
    1 tahun yang lalu.
    sampah bisa didaur-ulang, kak.
    bahkan sampah menjadi 'sumber hidup' beberapa orang.


    ngantuk solusinya mandi ya?
    abis ini saya mau nyoba ahh

    • Lihat 24 Respon