SEBELUM PEMENTASAN FETOR NOEBUNU

Sayyidati Hajar
Karya Sayyidati Hajar Kategori Kesusastraan
dipublikasikan 13 Februari 2018
SEBELUM PEMENTASAN FETOR NOEBUNU

Kamilius B. Muli (Kamel) dan Azlan Sya'ban (Azlan) pernah beradu akting dalam lakon Dilarang Bernyanyi di Kamar karya Gusmel Riyadh adaptasi dari cerpen Seno Gumira Ajidharma. Kamel sebagai Pak RT yang kewalahan dengan warganya yang sibuk menuntut agar Juz (perempuan muda) yang tinggal di kampung itu diusir, sebab suami mereka sudah tak mesra sejak mendengar nyanyian di kamar mandi. Azlan sebagai satpam turut mendampingi Pak RT dalam menjalankan tugas dan memberi laporan terkait tingkah laki-laki di kampung mereka. Keduanya tampil maksimal enam bulan lalu dan berhasil mendapat sambutan hangat. Kini keduanya akan beradu akting kembali dalam drama Fetor Noebunu karya Sayyidati Hajar pada Sabtu (20/01/18) mendatang. Fetor Noebunu mengisahkan tentang seorang Fetor (camat) yang memimpin di Noebunu. Sebagai Fetor ia berusaha melakukan yang terbaik untuk masyarakatnya. Namun suatu ketika datang seorang laki-laki sesama orang Timor yang sangat ia kenal. Laki-laki itu ditemani seorang laki-laki bertubuh tinggi dengan kulit putih kemerahan yang oleh orang Timor disebut Kaesmuti. Pembicaraan ketiga orang ini tak berlangsung baik. Wajah Fetor Noebunu tampak marah pada keduanya. Entah apa yang terjadi saat itu namun dengan penuh amarah sang Fetor kemudian berkata, "Kepercayaan pada manusia lebih sering berakhir pada pengkhianatan" lalu mengusir keduanya. Entah apa yang terjadi kemudian.
Saksikan selengkapnya dalam drama Fetor Noebunu.
Jangan lupa ya
Kita dukung aktor/aktris muda kita dalam mengembangkan drama di kampus.
#Drama
#fetornoebunu
#sabtu20/01/18
#PBSIUMK
#Bisa

  • view 96