Catatan Harian di Batavia 01

Sayyidati Hajar
Karya Sayyidati Hajar Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 11 Desember 2017
Catatan Harian  di Batavia 01

Jakarta, 05Februari 2012

 

Malam-malam menjelang kepunahan… Aku bangun subuh-subuh sekali. Mendengarkan suara azan meski aku tak sholat subuh pagi ini. Entah mimpi apa yang kusemai semalam, aku sudah terlanjur lupa. Aku bangun dalam keadaan dingin,karena udara di kosanku sangat dingin.

Pagi ini embun-embun bersememedi seperti biasa, kusiapkan aktivitasku hari ini yang seabrek. Hari iniaku diminta jadi pembawa acara pada diskusi For Makar yang rutin dilakukan oleh PB PMII. Diskusi kali ini akan seru sepertinya, aku tahu entah mengapa aku membenci Ruhut Sitompul sang pengacara kondang itu. Hari ini dia adalah salah satu pembicara.Yah akhirnya aku bertemu dengannya. Aku ingin mendengar bagaimana kerasnya Ruhut ketika menyampaikan gagasan. Mungkinkah sekeras ketika ia berada di stasiun TV? Atau justru lebih pelan. Aku tau hari ini Bang Ruhut pasti tidak diberi jalan oleh para pengurus PB PMII. Pasti digojlok habis-habisan…, hemm jika berbicara mengenai politik aku hanya memehami yang sanggup kupahami. Politik di Indonesia ini sudah seperti “barang dagangan” yang dapat dibeli. Tema diskusi hari ini adalah “ Masa Depan Hukum Indonesia : Money Politik dan Konflik kepentingan dalam pemilihan ketua MA, telaah kritis terhadap lembaga yudikatif”. Semoga apa yang di doskusikan nanti tidak sia-sia, karena bagiku berbicara dengan satu  orang pelaku politik sama saja berbicara dengan dua orang, dari bayangannya akan muncul satu pemikiran dan tafsir yang lain dari apa ya sesungguhnya ia paparkan. Semuanya menggunakan topeng dan nama dan wujudnya hanya sebagai pelindung topengnya saja. Yah.., mungkin tak semua memang… tapi semua sudah nampak abu-abu untuk dibedakan. Sulit.

Semoga hari ini aku bisa melakukan yang terbaik, amin ya Robby…

 

 

05022012

  • view 77