Bapak, aku rindu.

Dwi Ayu Lestari
Karya Dwi Ayu Lestari Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 27 Mei 2016
Bapak, aku rindu.

Bapak, anakmu sekarang sudah 22 tahun. Bulan depan 23 tahun. 2 hari lagi aku sudah berganti status bukan lg anak, tapi istri.

Bapak, malam ini aku iseng buka album lama dan kulihat potret-potret lalu. Waktu aku masih kecil yang gendut, waktu ulang tahun di TK saat umurku 5, saat aku salah potong rambut dan jadi brekele, saat ak punya adik kecil baru yg digendong teteh, saat lebaran terakhir bersama. Formasi lengkap, kita berlima.

Bapak, sekarang aku akan dipersunting orang. Orang yg bapak kenal. Walau tidak lama. Tidak akrab. Mungkin hanya sekali bertemu waktu dia minta berobat gigi waktu SD dulu dan dia cerita kalau dulu dia kesal bgt sama bapak karena giginya di bor dan sakit banget katanya ???? ga tau nya kecantol sama anaknya hehe..

Bapak, sudah 11 tahun kita tak bertemu, betapa rindunya diriku. Terkadang iri timbul ketika melihat mereka yg tumbuh besar dan sekarang bisa memamerkan foto selfie bersama ayahnya.

Bapak, aku rindu. Kulewati masa masa bisa bercerita dengan mu tentang masa remaja ku yang penuh ini itu. Masa penuh perguncangan. 

Bapak, bahkan hingga saat aku dwasa seperti ini pun aku tidak bisa bercerita dan meminta nasihat langsung dari mu. Dunia kejam pak, kadang aku juga butuh nasihatmu pada saat2 seperti itu.

Sesal? Tidak. Itu sudah suratan. 

Terdengar naif? Biar. Memang itu kenyataannya.

Sekarang aku hanya bisa mendo'a kan. Meminta restu mu untuk kebahagiaan ku. Memohon agar bapak disana diberi kenyamanan dan ketentraman. Dan tak lagi merasa sakit seperti disini. 

Anakmu ini rindu.

Rindu akan bangga nya bapak padaku yg bisa menyisihkan uang 200 dari bekal 500.

Rindu main kuncir2 rambut bapak di teras depan rumah sore2 sambil lihat kendaraan melintas.

Rindu bapak yg nganterin baju selemari waktu teteh camping padahal yg diminta dikit.

Rindu bapak yg ngajak jalan2 sore si gilang naik ayunan di depan rumah pa haji.

Rindu bapak yg mandiri kalau ditinggal dirumah sendiri.

Rindu bapak yg selalu ngajakin makan di kaepci 3 bulan sekali abis gajian.

Rindu bapak yg kumisan.

Rindu bapak yang sayang banget sama kita semua. 

Ya Allah, sampaikan rinduku pada bapak. Terima kasih sudah mengijinkan aku memiliki bapak seperti bapak ku.

Teruntuk bapak ku, Abdul Kodir (alm), teriring do'a disetiap akhir solat. Walau hanya al-fatihah, aku berharap sampai padamu. Terima kasih sudah menjadi bapak yang hebat untuk aku, teteh dan sukro. Terima kasih sudah memberikan kenangan manis di masa kecilku. Terima kasih sudah menyayangi aku sampai hayat menjemputmu.

Terima kasih bapak ku. 

Aku rindu.

Dari anakmu,

Ayu

(27/5/16)

  • view 854

  • Hitari Senja
    Hitari Senja
    1 tahun yang lalu.
    Nangis bacanyaaa.. :'(,, barokallahulakuma wa baroka 'alaykuma wa jamaah bayna kuma fii khoir ya mba..

  • Eny Wulandari
    Eny Wulandari
    1 tahun yang lalu.
    Terenyuh. Semoga bapak mbak khusnul khatimah dan pasti beliau bangga punya putri sholehah seperti mbak, amiiiin..

  • Anis 
    Anis 
    1 tahun yang lalu.
    barakallaahulakuma, mbak, untuk pernikahan besok