Logika Paling Logis

Saviera Yonita
Karya Saviera Yonita Kategori Inspiratif
dipublikasikan 14 Maret 2016
Logika Paling Logis

Saking hinanya kekebodohan, tidak ada yang suka dipanggil bodoh. Bahkan orang bodoh sekalipun tak ada yang mau dipanggil bodoh.

Saking mulianya keilmuan, gaji tukang bangunan di tengah terik matahari dengan gaji dosen jauh berbeda, padahal kerja seorang kuli jauh lebih 'berat' dengan segala resiko kesehatan bahkan nyawa, dibandingkan kerja dosen yang di ruangan berAC dan bahkan terkadang dapat tunjangan kesehatan. Apa yang membedakan kuli bangunan dengan dosen secara signifikan? Rhetorically, it's knowledge.. Meski pada kondisi awal, intelegensi keduanya bisa jadi sama.. Dan the fact is, keduanya terlahir sama sama dalam keadaan tidak memiliki ilmu atau skill.. Hanya bisa menangis dan ngompol.

Tapi mengapa banyak orang yang 'betah' dengan kebodohan dirinya terhadap agama? Tak peduli dengan sholat, tak pandai bersuci, tak paham berzakat, lebih lebih lagi dengan haji.. Bahkan cara membersihkan najis pun tak mengerti.. Lantas apa guna terbukanya akses informasi?

Padahal kemuliaan suatu ilmu atau pengetahuan dinilai dari objek yang diilmui tersebut (??? ?????? ???? ???????).
Misal: orang yang mahir dalam bidang kedokteran dibandingkan orang yang mahir dalam mengutil/mencuri. Mana yang mulia? Rhetorically semua akan menjawab yang pertama meski Kedua-duanya sama sama orang yang mahir/ahli.

Maka adakah yang lebih mulia dari pada Allah? Maka ilmu apa yang bisa menyaingi kemuliaan ilmu agama?

Faidah kajian 'bagai pohon yang tidak berbuah', ustadz Ahmad Zainuddin, Lc

Tulisan asli sudah dipublish di

Alfawaaid.blogspot.com

  • view 200