Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Politik 27 Juni 2018   21:10 WIB
Pilkada Jawa Tengah: Kemenangan Ganjar-Yasin dan Persaudaraan

Persaingan di pilkada Jawa Tengah bersaing ketat. Hasil perolehan suara dua pasangan Kandidat begitu dekat dan ketat. Raihan Sudirman Said – Ida Fauziyah yang mampu memangkas ketertinggalan dari pasangan Ganjar Pranowo – Taj Yasin begitu menakjubkan.

Apabila mengikuti persaingan dari sejak perhelatan pilkada Jawa Tengah dari awal, kita bisa menyaksikan begitu superiornya posisi elektabilitas Ganjar Pranowo – Taj Yasin di atas pasangan Sudirman Said – Ida Fauziyah. Perbedaan elektabilitasnya begitu jauh.

Tetapi Sudirman Said – Ida Fauziyah dapat memangkas ketertinggalan itu. Hasil akhirnya berdasarkan penghitungan cepat Indo Barometer dan Saiful Mujani Research Center (SMRC), pasangan Ganjar-Yasin unggul di atas pasangan Sudirman-Ida (dengan keunggulan yang tidak terlalu banyak).

Menurut penghitungan cepat Indo Barometer hingga jam 16.38 WIB, Ganjar-Yasin memimpin kemenangan dengan perolehan suara sebesar 56,74 persen. Sedangkan pasangan Sudirman Said - Ida Fauziyah bertahan dengan perolehan suara sebesar 43,26 persen.

Keunggulan dari Ganjar Pranowo – Taj Yasin juga ditunjukkan oleh hasil survei SMRC. Lembaga survei ini menunjukkan bahwa pasangan Ganjar Pranowo - Taj Yasin juga unggul dengan raihan suara sebesar 58,57 persen. Sedangkan sebesar 41,43 persen suara masuk untuk pasangan nomor urut 2.

Hingga pukul 16.30 WIB, suara yang masuk ke SMRC sebesar 99,33 persen.

***

Bagi Ganjar Pranowo, hasil ini memberinya kesempatan untuk kali kedua memimpin Jawa Tengah. Sebagai petahana, kebijakan-kebijakan yang telah berlangsung di Jawa Tengah dapat ia lanjutkan dengan lebih baik lagi. Bukti keterpilihannya kembali di periode kedua ini menunjukkan bahwa masyarakat meletakkan ‘trust’ (kepercayaan) pada kepemimpinan Ganjar Pranowo.

Kita tahu bahwa dalam perhelatan ini begitu keras. Beberapa kali isu-isu negatif dilontarkan kepadanya. Tetapi akhirnya Ganjar Pranowo tetap memperoleh kemenangannya meskipun dengan keunggulan tidak setinggi sebagaimana ditunjukkan oleh lembaga survei.

Setelah perhelatan yang keras, Ganjar Pranowo – seperti biasa – selalu berupaya untuk menjaga persaudaraan dan persahabatan dengan rival-rivalnya. Dia mengatakan bahwa kontestasi pilkada Jawa Tengah menemukan lawannya yang bener-bener kuat dan hebat. Dirinya mengakui bahwa Sudirman – Ida adalah kandidat yang kuat.

Dengan demikian, bagi rakyat Jawa Tengah apa yang dapat dilihat dari pilkada Jawa Tengah ini adalah dua hal. Pertama, perhelatan pilkada Jawa Tengah berjalan dengan begitu ketat dan penuh kejutan. Fakta ini menunjukkan bahwa lembaga survei sedikit keliru dalam memprediksi suara Sudirman Said.

Kedua, perhelatan ini menunjukkan bahwa sosok Ganjar Pranowo – Taj Yasin dan Sudirman Said – Ida Fauziyah adalah sosok yang mengesankan. Mereka memberikan teladan yang baik bahwa yang terpenting akhirnya di balik rivalitas, ada persaudaraan yang baik.

Karya : Satrio Jowo