Ganjar Pranowo dan Kecintaan Rakyat padanya

Satrio Jowo
Karya Satrio Jowo Kategori Inspiratif
dipublikasikan 26 Juni 2018
Ganjar Pranowo dan Kecintaan Rakyat padanya

Ganjar Pranowo memang unggul di berbagai lembaga survei. Itu fakta yang tak dapat dipungkiri. Bahkan hingga kini superioritas Ganjar Pranowo telak di atas Sudirman Said. Segala fakta-fakta ini menunjukkan bahwa rakyat Jawa Tengah atas Ganjar Pranowo sangat tinggi. Perubahan boleh terjadi. Tapi tampuk kepemimpinan harus dilanjutkan oleh Ganjar Pranowo. Nampak begitulah yang diinginkan rakyat.

Ada suatu cerita menarik pada saat Ganjar Pranowo kembali aktif sebagai Gubernur Jawa Tengah setelah cuti selama empat bulan untuk kampanye.

Hari itu, ASN dan masyarakat begitu antusias untuk bertemu dengan Gubernur Jateng. Mereka saling menunggu giliran dan memanjang seperti ular dari lobi gubernuran hingga pintu keluar. Di antara mereka, ada seorang nenek tua dengan menggendong tenggok di pungguhnya. Orang-orang mengenalinya sebagai Mbah Bandiyem.

Sang nenek ikut serta antre menunggu giliran untuk berjumpa dan bersalaman dengan pemimpinnya. Saat mendapat giliran berjumpa dengan Ganjar Pranowo, sang nenek mengutarakan alasannya turut antre bersama yang lain-lain menunggu giliran.

“Kula kangen kaliyan pak gub, sampun limang wulan mboten mlebet,” begitu sang nenek menyampaikan maksudnya saat berhasil menjabat tangan Ganjar. Gubernur Jateng itu menyambut Mbah Bandiyem dengan hangat. Ia bahkan rela bergeser tempat duduk karena kursinya secara spontan diduduki tamu spesialnya itu.

Dalam obrolan yang berlangsung sekitar lima belas menit itu, orang-orang yang menyaksikan keasyikan mbah Bandiyem turut tertawa. Ganjar Pranowo begitu menikmati obrolan dengan sang mbah. Tak ada rasa canggung di antara mereka seolah antara pemimpin dan rakyatnya telah terjalin begitu erat.

***

Sepenggal cerita yang saya ambil dari jateng.tribunnews.com ini menunjukkan suatu keindahan bila pemimpin dan rakyatnya begitu akrab. Di antara tak kekakuan. Segalanya mencair. Memang begitulah seharusnya. Pemimpin tidak perlu menunjukkan sikap berjarak dari rakyatnya. Sehingga rakyat tidak perlu merasa malu untuk mengutarakan apapun kepada pemimpinnya.

Dengan sikap tanpa malu-malu dari rakyat kepada pemimpinnya, hal ini justru kian membuat sang pemimpin mengerti dan memahami lebih banyak dan lebih dalam segala persoalan sesungguhnya yang dihadapi oleh rakyatnya.

Mbah Bandiyem adalah potret dari rakyat kecil. Jika sebagian besar rakyat Jawa Tengah menunjukkan sikap yang seperti ditunjukkan seperti Mbah Bandiyem, maka ini menunjukkan betapa rakyat begitu mencintai pemimpinnya. Ada kerinduan yang kuat apabila jarang berjumpa dengan seorang pemimpin.

Sebaliknya bagi Ganjar Pranowo, jika sikap-sikap seperti itu ditunjukkan kepada seluruh rakyat Jawa Tengah, maka hubungan rakyat dan pemimpin akan terus membaik.

Cerita ini hendaknya menjadi satu refleksi bagi siapa pun yang hendak menjadi pemimpin. Buatlah hubungan yang saling cinta dan sailng rindu antara rakyat dan pemimpinnya.

  • view 46