Petahana Ganjar Pranowo Unggul Telak di Pilgub Jawa Tengah 2018

Petahana Ganjar Pranowo Unggul Telak di Pilgub Jawa Tengah 2018

Satrio Jowo
Karya Satrio Jowo Kategori Politik
dipublikasikan 21 Juni 2018
Petahana Ganjar Pranowo Unggul Telak di Pilgub Jawa Tengah 2018

Pasangan Sudirman Said – Ida Fauziyah terseok-seok mengejar ketertinggalan dari pasangan Ganjar Pranowo – Taj Yasin. Secara konsisten dari sejak awal keunggulan dari Ganjar-Yasin ini tidak berubah. Sebaliknya pasangan Sudirman-Ida tak pernah beranjak dari posisi kedua. Tentu ada banyak faktor. Tetapi faktor yang paling utama mengapa Ganjar unggul sebab petahana disukai oleh masyarakat Jawa Tengah.

Nampak sulit sekali untuk mencari celah yang dapat dieksploitasi untuk menjatuhkan pasangan Ganjar-Yasin. Memang ada beberapa kali isu e-KTP yang menyebut-nyebut namanya. Namun hingga kini perkara itu belum jelas sehingga tak membawa dampak buruk bagi elektabilitas Ganjar Pranowo.

Pada 20 Juni 2018, lembaga survei Indo Barometer merilis hasil surveinya terkait persaingan pasangan Ganjar-Yasin dan Sudirman-Ida di pilgub Jateng. Hasilnya tingkat elektabilitas Sudirman – Ida hanya 21,1 persen. Sedangkan pasangan Ganjar-Yasin unggul dengan raihan 67,3 persen.

“Ganjar ini petahana dengan kepuasan tinggi, kesukaan tinggi dan didukung parpol kuat di Jateng,” ujar Direktur Indo Barometer M Qodari di Jakarta, Rabu (20/6).

Ada beberapa kelebihan dari sosok Ganjar-Yasin yang nilainya lebih tinggi ketimbang pasangan Sudirman-Ida. Bagi publik Jawa Tengah, kelebihan yang dimiliki pasangan Ganjar-Yasin antara lain: mereka dinilai mampu memimpin, memiliki kejujuran, bersih, intelektual, tegas, berpengalaman dan dekat dengan rakyat.

Keunggulan lain yang dirasakan oleh rakyat Jawa Tengah antara lain: Ganjar-Yasin dianggap mampu mengatasi berbagai persoalan. Di antaranya soal keamanan dan ketertiban, kesehatan, jalan dan jembatan, kemiskinan, pengangguran dan soal sembako murah.

Indo Barometer juga memotret perihal tingkat popularitas masing-masing kandidat. Ganjar Pranowo memperoleh urutan tertinggi dalam tingkat popularitas dengan 99,5% sedangkan Sudirman Said memperoleh angkat popularitas sebesar 80,9%. Sementara tingkat popularitas kandidat wakil gubernur: Taj Yasin memperoleh angka sebesar 74,5% sedangkan Ida Fauziyah berhenti di angka 70,9%.

Memang yang enggan mengungkapkan dukungannya ada sekitar 11,6%. Tapi menurut Qodari, 11,6% itu tidak mempengaruhi elektabilitas Ganjar. Jika pun yang 11,6% itu menentukan pilihan pada Sudirman – Ida, itu tak mengubah keunggulan dari Ganjar-Yasin.

Pasangan Ganjar-Yasin merupakan sosok yang lengkap untuk memenangi pilgub Jawa Tengah. Ada beberapa alasan. Pertama, pasangan ini didukung oleh partai yang kuat di Jawa Tengah. PDIP merupakan partai yang kuat di Jawa Tengah. Maka hal yang lumrah bila anda mendengar kata-kata: Jawa Tengah adalah kandang banteng. Ini mengungkapkan begitu kuatnya posisi PDIP di sana.

Kedua, soal figur. Ganjar Pranowo dinilai sebagai figur yang kuat. Dia sosok yang disukai oleh warga Jawa Tengah. Kinerja petahana di periode kepemimpinannya yang pertama memberikan kesan yang kuat bagi rakyat Jawa Tengah. Itulah yang salah satunya membuat sosoknya begitu disayangi oleh warga Jateng.

Maka perpaduan dua hal ini – dukungan dari partai yang kuat dan figur Ganjar Pranowo yang juga kuat – memberi alasan mengapa Ganjar – Yasin memiliki kemungkinan besar untuk memenangi pilgub Jawa Tengah. “Jadi, Sudirman Said ini dihadapkan dengan partai dan figur. Figur yang kuat dan partai yang kuat. Kalau ibarat gunung, ini Gunung Everest,” kata dia.

Lembaga Survei Indo Barometer melaksanakan survei dari tanggal 7-13 Juni 2018. Survei tersebut menggunakan metode sampel acak bertingkat dengan melibatkan 800 responden. Margin of error pada survei ini 3,46 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

  • view 38