Komitmen dan Terobosan Ganjar Pranowo untuk Pendidikan Pesantren

Satrio Jowo
Karya Satrio Jowo Kategori Politik
dipublikasikan 14 Juni 2018
Komitmen dan Terobosan Ganjar Pranowo untuk Pendidikan Pesantren

Ganjar Pranowo memiliki perhatian besar terhadap pendidikan termasuk salah satunya pendidikan agama. Pendidikan yang banyak berbasis di pesantren ini memberi kontribusi besar bagi pendidikan masyarakat. Warga Jawa Tengah juga turut memperoleh manfaat dari keberadaan pesantren-pesantren di sana.

Kepedulian Ganjar Pranowo lahir dari kesadaran bahwa memang sejauh ini pesantren memiliki peran yang besar. Untuk itu, eksistensi pesantren harus terus diperjuangkan agar terus mengalir khazanah ilmu pengetahuan melalui para santri yang memperoleh pendidikan di sana.

Wujud nyata kepedulian Ganjar Pranowo adalah pada upaya untuk memberikan bantuan kepada lembaga pendidikan agama atau pesantren. Satu hal yang ditegaskannya adalah bahwa apabila diberi amanah untuk melanjutkan kepemimpinannya di periode kedua di Jawa Tengah, dia akan mengupayakan bantuan yang lebih mudah kepada lembaga pendidikan agama.

Bantuan terhadap lembaga pendidikan keagamaan seperti madrasah diniyah (Madin) dan pondok pesanten diperlukan sebagai bentuk keberpihakan pemerintah terhadap pendidikan yang hidup di tengah masyarakat.

Bagaimana Ganjar Pranowo merealisasikan bantuan kepada pesantren dengan cara yang menurutnya lebih mudah? Yakni Ganjar Pranowo mengupayakan bantuan itu dengan tidak terfokus pada APBD. Ganjar Pranowo mengupayakannya melalui sumber dana lain yakni melalui dana zakat yang dikumpulkan Badan Amil Zakat.

Kata Ganjar Pranowo: Zakat ASN bisa saya kucurkan langsung untuk Madin, pondok pesantren, panti asuhan, dan warga miskin yang sedang sakit. Pernyataan itu diungkapkannya di sela dialog dengan jajaran pengurus PWNU Jawa Tengah, Selasa (12/6/2018) petang.

Mengapa memilih sumber dana dari zakat ASN? Ganjar Pranowo mempertimbangkan segi kemudahan dari sumber ini. Bantuan dari sumber ini bisa langsung diserahkan secara cepat tanpa administrasi yang berbelit. Dana zakat ASN di Jawa Tengah tiap bulannya terkumpul hingga Rp 1,5 miliar. Dana kemudian dikelola Badan Amil Zakat. Sebagian dana zakat dialokasikan untuk pengentasan kemiskinan, sebagian lain untuk dana produktif.

Langkah yang diambil oleh Ganjar Pranowo mendapat sambutan positif. Misalnya dari Wakil Rais Syuriah PWNU Jawa Tengah, Muhammad Adnan. Dia memberi sambutan baik pada niat baik dari Ganjar Pranowo. Bukan sekedar tujuan melainkan caranya yang inovatif.

Muhammad Adnan mengaku senang karena pemerintah berinovasi dengan model bantuan pembangunan yang tidak saja bersumber dari APBD. Menurut dia, pemerintah harus kreatif dalam mencari sumber pendanaan baru, karena semua permasalahan tidak bisa diatasi dengan APBD.

  • view 28