Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Budaya 13 Juni 2018   16:15 WIB
Ganjar Pranowo Sebarkan Virus Kerukunan dan Kreativitas

Ganjar Pranowo mengajak seluruh warga Jawa Tengah agar mencintai kerukunan dan kreativitas. Yang pertama adalah suatu keharusan mengingat kita hidup berdampingan dengan berbagai macam perbedaan. Kerukunan mesti didorong melalui kesediaan diri untuk bersikap toleran dengan perbedaan-perbedaan.

Sedangkan ‘kreativitas’ adalah suatu keharusan agar kita semua dapat menciptakan hal-hal yang berguna bagi kita semua. Kreativitas lahir dari kemampuan kita menggeluti kemampuan dan keterampilan yang kita punya. Kreativitas lahir dari kemampuan kita mengenali kemampuan diri.

Demi terciptanya kerukunan dan kreativitas ini, maka Ganjar Pranowo menyebarkan hal ini kepada berbagai komunitas masyarakat dan lembaga pendidikan keagamaan, salah satunya di Kabupaten Cilacap.

Di sana ada sekitar 50 orang penghayat kepercayaan menyambut kedatangan Ganjar Pranowo di pasemuan dan dialog berlangsung dengan santai dan penuh kekeluargaan meskipun tanpa pengeras suara. Ia pun mengapresiasi masyarakat Pasemuan Rumah Adat Daunlumbung yang konsisten menjaga ajaran dan budaya leluhur.

Beberapa hal yang disampaikan oleh Ganjar Pranowo. Pertama, dia berbicara tentang laku urip atau laku hidup. Ini sebagai pegangan hidup. Kedua, Ganjar Pranowo berbicara tentang kerukunan dan saling menolong agar menjadi budaya yang terus dilestarikan.

Lebih jauh Ganjar Pranowo menegaskan bahwa kerukunan membuka jalan bagi kemajuan. Dengan kata lain, sebuah kemajuan tidak mungkin lahir dalam situasi di mana keadaan sosial tidak harmonis. Bayangkan apa yang bisa dicapai dari suatu kondisi sosial yang kacau, antar warga satu sama lain saling curiga. Maka tidak akan ada kerjasama. Padahal kita tahu bahwa kemajuan itu bisa lahir dari kesiapan kita untuk bekerjasama.

Mengajak Kreatif

Selain itu, Ganjar Pranowo juga mengupayakan agar masyarakat Jawa Tengah memiliki kecintaan dan mau bergelut dengan kreativitas. Dalam hal ini, Ganjar Pranowo mengunjungi PT Wahana Kasih Mulia di Cilacap. Di sana, ibu-ibu rumah tangga sedang belajar berbagai keterampilan seperti menjahit dan membuat barang kebutuhan bayi mulai dari matras, gendongan, bantal, selimut, boneka hingga baju bayi dengan pasar yang sudah merambah di seluruh Indonesia.

Ganjar juga sempat berdialog dengan manajemen dan karyawan pabrik yang menekankan pentingnya kreativitas dalam membuat sebuah produk. Kata Ganjar: Ada kesan kreatif di sini, orang yang kreatif itu pasti adaptif, jadi karyawan tidak cukup hanya kerja keras, harus kreatif dan inovatif.

Kreativitas juga dibahas Ganjar saat datang ke Pondok Pesantren Rubat Mbalong El Firdaus di Desa Tambaksari, Kecamatan Kedungreja. Di pondok pesantren ini, para santrinya dilibatkan dalam berbagai unit usaha, mulai dari pertanian hingga produksi sandal unik dengan merek Kentir. Ganjar mengaku senang dengan ponpes inovatif yang diasuh Kiai Haji Muhammad Ahmad Hasan Mas'ud atau Gus Hasan ini.

Kata Ganjar: dengan model pendidikan seperti di sini, besok lulus santri datang ke saya bukan hanya bawa proposal minta duit, tapi proposal bawa ide. Syukur sudah mencoba jadi fondasi bisnis sudah ada tinggal dikembangkan, saya bisa bantu dari sisi permodalan.

Karya : Satrio Jowo