Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Politik 5 Juni 2018   16:29 WIB
Ganjar Pranowo Melawan Terorisme

Calon Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, memiliki sejumlah langkah dalam rangka mengatasi persoalan terorisme.

Pertama, Ganjar Pranowo melakukan kerjasama dengan pihak Kodam, Polda, Kejaksaan Tinggi, para ulama dan tokoh masyarakat untuk bersama-sama melakukan pembinaan. Fokus dari yang diupayakan oleh Ganjar Pranowo adalah diarahkan pada kepentingan kehidupan mereka sebagai manusia, keluarga maupun warga masyarakat.

Proses pembinaan ala Ganjar Pranowo ini sangat penting. Persoalan terorisme tidak muncul begitu saja tetapi ada faktor-faktor tertentu entah persoalan sosial, ekonomi dan lainnya. Proses pembinaan yang bersifat memanusiakan mereka – yakni benar-benar melayani kebutuhan mereka – memungkinkan mereka terhindar dari proses radikalisasi yang bakal membawanya lebih jauh sebagai teroris.

Ganjar juga memberikan perhatian terutama pada soal sandang, pangan dan maupun bekal pendidikan untuk menggapai cita-cita mereka. Sandang dan pangan adalah kebutuhan mendesak kehidupan sehari-hari. Tindakan-tindakan kejahatan seringkali muncul apabila keadaan ekonomi mereka untuk kehidupan sehari-hari tidak tercukupi. Hak-hak dasar mereka inilah yang perlu diperhatikan oleh pemerintah. Ganjar Pranowo memiliki kepekaan yang tinggi atas persoalan ini. Sehingga dia melakukan langkah-langkah untuk mengantisipasi kemungkinan ini.

Perhatian Ganjar Pranowo juga diarahkan pada persoalan pendidikan formal mereka sejak SD hingga perguruan tinggi. Dengan memperhatikan seluruh pendidikan mereka, menjadi diketahui pelajaran apa saja yang membentuk pola pikir mereka. Ganjar Pranowo menyadari bahwa tidak sedikit persoalan bibit radikalisme muncul dari dunia pendidikan.

*

Terkait pendidikan, ini merupakan hal yang penting yang patut menjadi perhatian bersama. Dalam rangka mencegah dari masuknya berbagai paham radikal yang dapat mengancam keutuhan NKRI, Ganjar juga mengajak dan memotivasi para santri untuk menyadari dan mengambil tindakan melawan gerakan radikal.

Dalam hal ini dia menyadari bahwa membunuh teroris itu tidak bisa sekedar menggunakan pendekatan hard power. Pemerintah harus menggunakan juga soft power. Ganjar Pranowo mengutip ungkapan dari seorang gadis Pakistan yang meraih nobel perdamaian: “Peluru bisa membunuh teroris tetapi pendidikan akan mengatasi terorisme”.

Peluru bisa mengatasi teroris dengan cara membunuh para pelaku teroris. Pendidikan dapat menjinakkan mereka dengan mengembalikan ke jalan yang benar: tidak membenarkan pembunuhan. Pendidikan dapat mengembalikan mereka pada kemanusiaan yang memiliki cinta dan rasa kasih sayang.

Lebih jauh pendidikan yang dibutuhkan untuk memperkuat bangsa ini, menurut Ganjar Pranowo, adalah pendidikan yang berbasis Pancasila dan NKRI. Pancasila adalah suatu semangat yang telah dihadirkan oleh para pendiri bangsa ini guna menjadikan bangsa ini sebagai bangsa yang mencintai perdamaian dan menghargai keragaman. Dengan meneguhkan pendidikan semacam itu, Ganjar berharap bangsa ini tidak menjadi bangsa yang menyukai kekerasan.

Pondok pesantren hendaknya menjadi rumah bagi para santri dan seluruh umat islam untuk mempelajari agama yang berwawasan perdamaian, agama yang mencintai kemanusiaan. Citra positif dari agama akan semakin baik di mata dunia apabila lebih berhasil menonjol sisi rasa kasih sayang dan kemanusiaan.

Islam adalah agama yang rahmatan lil alamin. Prinsip itulah yang ingin dihadirkan oleh Ganjar Pranowo dalam konteks mengajak santri melawan terorisme.

Karya : Satrio Jowo