Perdebatan “Film Sebagai Sastra” di FB grup Apresiasi Sastra (Part 2)

Satrio Arismunandar
Karya Satrio Arismunandar Kategori Kesusastraan
dipublikasikan 08 November 2017
Perdebatan “Film Sebagai Sastra” di FB grup Apresiasi Sastra (Part 2)

Imran Laha

Berani gak Bung Denny JA mempertanggungjawabkan secara ilmiah tentang Puisi Esai yang sampai hari ini sebetulnya pangkal masalahnya dalam skandal sastra Indonesia? Puisi esai itu kan yang diagung-agungkan (para sekutunya) hingga dianggap tokoh berpengaruh dalam Sastra Indonesia. Menjadi berpengaruh mestinya harus penuh tanggungjawab dan tak semudah klaim-klaim seterunya. Nah, berani gak tanggung jawab? dan jawab dengan berani, penuh keilmuan, gak pake trick2, semua sanggahan dari orang-orang di sini. Kalau terbukti anda salah, atau mungkin mentah, anda harus ikhlas meminta maaf dan menarik kembali klaim itu. Ucapkan dengan resmi bahwa anda bukan siapa-siapa di dalam sejarah Sastra Indonesia. Dan klaim-klaim itu semua salah, klaim-klaim itu bisa membuat banyak orang tersesat. Di sini Integritas anda sebagai tukang survey akan dipertanyakan lagi. Berani gak?

Denny JA

Tanggung jawab yang paling nyata adalah dengan terus membuat puisi esai. Insya Allah 170 penulis dari 34 propinsi sedang membuat 34 buku @ 5 puisi esai menggambarkan batin Indonesia

Imran Laha

anda bisa jelaskan apa itu puisi esai? dan mengapa itu menjadi sesuatu yang baru di sastra dunia atau mungkin di Sastra Indonesia? Apa bedanya dengan esai? Apa benar bentuk puisi esai yang anda klaim itu memang bentuk baru dari sastra? dan benarkah anda pioner untuk urusan puisi esai ini? atau coba tilik lagi, jangan-jangan ini bentuk sama sekali tidak bisa dikategorikan sebagai puisi atau esai, bahkan puisi esai seperti yang anda klaim... coba anda jelaskan dulu. Baru kita lanjutkan mengapa diri anda masuk sebagai salah satu tokoh berpengaruh dalam sastra indonesia melampaui, misalnya Utuy Tatang Sontani, Wiji Thukul, Sitor Situmorang, dan banyak lagi yang karya2nya mendunia.

Denny JA

Imran Laha silahkan baca analisa puisi esai dari Sapardi Djoko Damano, Sutardji Calzoum Bachri, Ignes Kleden, Leon Agusta dan banyak lagi lainnya yang sudah menjadi buku. Yang anda tanya sudah diulas para ahli

Imran Laha

Oh jadi Puisi Esai bukan punya anda ya, Bung Denny JA? Punya para ahli?

Denny JA

Imran Laha yap kini puisi esai milik semua orang, walau saya dianggap penggagasnya

Imran Laha

Jadi anda tidak bisa menjawabnya selain berikan link2 ya? Maksudnya kini apa? Dulu anda yang memulai?

Denny JA

Imran Laha cukup untuk anda bro. Tak ada yg baru, hanya berputar putar. Lagian anda ini tipe orang yg minta disuapi dan malas membaca. Anda bertanya soal ikan. Saya tunjukkan samudera tempat banyak ikan berkeliaran. Anda ternyata tak paham dan malas menyelam.

Imran Laha

Lah, hahaha, jangan2 anda yg gak bisa menjawab. Klo cuma kasih link saya juga bisa.

Imran Laha

Saya minta anda jelaskan tapi jawabannya gak jelas.

Dedy Tri Riyadi

dari dulu kala, definisi sastra itu cuma lisan dan tulisan.

Imran Laha

Mau buat definisi sastra lagi kayaknya. Polanya mirip Puisi Esai itu, sementara definisi Puisi Esai itu gak bisa dijelaskan secara mandiri oleh yang ngakunya pioner.

Denny JA

Itulah bedanya: anda terikat masa lalu. Padahal dunia berubah, bergerak ke depan, termasuk mengubah definisi, bagi yang bersedia tumbuh. Tentu anda bebas untuk mandek dan terpaku pada masa silam, termasuk soal definisi

==================

Saut Situmorang

WAHAI ADMIN kang Sigit Susanto dan mbak Mega Vristian Sambodo, sampah-sampah si Denny JA ini apa Hubungannya dengan Sastra?! Kok banyak kali dia nyampah di sini sampek berseri gitu! Kemampuannya membahas film pun sama buruknya dengan “puisi-esai”nya itu, ckckck!

Saut Situmorang

Rule of Literatur Member APSAS:

Note: Yang tidak mengindahkan Rule of Literatur di bawah ini langsung akan di OUT kan dari grup:

  1. Setiap postingan di grup ini adalah tentang karya sastra
  2. Setiap individu yang memosting di grup ini bertanggung jawab terhadap postingannya
  3. Bila ada pertanyaan atas postingan dimaksud, maka yang melakukan postingan berkewajiban menjawab pertanyaan dengan logis dan jujur
  4. Dilarang memfitnah dan atau menggunakan sesat pikir dalam berargumen
  5. Dilarang memposting hal-hal di luar segala kegiatan sastra dan atau karya sastra
  6. Dilarang menghapus komentar sendiri dengan tujuan untuk menjatuhkan kredibilitas individu (kawan atau lawan) yang berdiskusi
  7. Setiap anggota di grup ini wajib menggunakan akun Facebook asli (bukan akun palsu)

Sigit Susanto

aku dah coba baca secara cepat review Denny JA, aku temukan novel di sana, apakah itu dari novel Ya? biasanya review sebuah novel disertakan sampulnya, tolong Denny JA kirim sampul novelnya, kalau ini dari novel masih ditolerir, kalau bukan novel, tidak kami kehendaki.

Denny JA

Ini sampul novelnya

Sigit Susanto

terima kasih, sip kalau novel, meskipun aku lihat di wikipedia, pengarangnya Michael Dobbs, seorang novelis dari partai konservatif Inggris, juru wejangnya Margaret Tatcher..https://en.wikipedia.org/wiki/Michael_Dobbs

Denny JA

Alhamdulilah admin FB grup ini, Sigit Susanto berpikiran luas, dan bisa menerima review film yang berdasarkan novel bagian dari percakapan sastra.

Semoga Saut Situmorang dan Malkan Junaidi terus diberkahi Tuhan, diluaskan pikirannya untuk tidak protes lagi, dan terbuka mata bahwa dunia tidak hanya berisi mereka yang punya paham sempit soal sastra????????????

Malkan Junaidi

Sigit Susanto berpikir yang diposting kemarin ulasan novel? Kalau iya, saya yang keluar dari grup ini.

Denny JA

Bro anda harus demokratis . Memaksakan cara berpikir anda sendiri untuk ruang publik adalah diktator di tingkat gagasan.

FG grup in ruang publik bersama. Biarlah admin mengambil keputusan.

Malkan Junaidi

bung, protes adalah ekspresi yang sah dalam demokrasi. keluar dari grup ini tatkala adminnya melanggar sendiri aturan yang ia bikin adalah salah satu bentuk protes itu.

Denny JA

Lihatlah begitu banyak mereka yang tak bisa menerima keberagaman definisi, tak bisa menerima bahwa langit itu lebih luas dari batok kelapa yang membatasi horison mereka

Malkan Junaidi

ini bedanya aku dan kau, bung! aku hidup dalam relativitas, kau dalam relativisme. biarlah sigit susanto menjawab, baru saya putuskan untuk tinggal atau angkat kaki.

Denny JA

Malkan Junaidi admin bukan melanggar tapi punya persepsi yang berbeda. Celakalah dunia jika para tokohnya tak bisa menerima perbedaan persepsi. Tak saya duga anda termasuk orang yang tak bisa menerima perbedaan persepsi. Jika terhadap Tuhan saja kita menerima perbedaan agama, apalagi terhadap sastra. Ini logika paling simpel

Denny JA

Saya tanya serius pada bro Malkan Junaidi. Apakah anda bisa menerima perbedaan agama? Jika bisa, mengapa anda tak bisa menerima perbedaan persepsi mengenai apa itu sastra?

Faiz Ahsoul

Denny JA, kenapa anda suka sekali bawa2 contoh agama dan keyakinan?

Saut Situmorang

WAH KACAU KAU kang Sigit Susanto kalok anggap sampah-sampah si Denny JA di sini itu ADA HUBUNGANNYA DENGAN SASTRA! BACA DULU DONG SAMPAH-SAMPAHNYA ITU BIAR LEBIH JELAS!

Saut Situmorang

AKU JUGAK AKAN KELUAR DARI GRUP INI KALOK SI IMPOSTOR Denny JA ITU TIDAK DIKELUARKAN KERNA SUDAH BERKALI-KALI MELANGGAR ATURAN GRUP INI! NAMA-NAMA LAIN SEGERA KALIAN ADMIN GRUP KELUARKAN TAPI DIA YANG JELAS-JELAS BERULANG KALI MELANGGAR ATURAN TIDAK KALIAN KELUARKAN, ITU NAMANYA TIDAK ADIL!

Saut Situmorang

BAGAIMANA MENURUT KALIAN, Ahmad Yulden Erwin dan NUruddin Edan?

Bgenk Meru

Nebeng keluarnya Bang Malkan Junaidi

Malkan Junaidi

Sigit Susanto sudah mengonfirmasi. Dengan ini saya menyatakan keluar.

Sigit Susanto

Malkan Junaidi, saya hanya satu dari 7 moderator lho,....jika teman moderator lain beda dengan saya ya silakan. karena ini pendapatku spontan, yang tak mungkin konfirmasikan ke 6 moderator lain spt Mbak Mega Vristian Sambodo, Kang Djodi, Yahya Tirta Prewita, Dorsey Elisabeth Silalahi, Cak Bono, Tanzil Hernadi

Faiz Ahsoul

Bung Malkan dan Kang Sigit, jgn terpancing otak pecah belah Denny JA. Santai lah.

Sigit Susanto

Denny JA, mohon tidak memperuncing masalah lah. tak perlu memujiku dan mendoakan yang lain. buat Malkan Junaidi, untukku sesuatu yang berasal dari novel, aku anggap bagian sastra.

Denny JA

Siap???????? saya sangat menghormati mereka yang berpandangan luas dan berani bersikap,????????????

Malkan Junaidi

Film adalah film, berasal dari novel skenarionya atau bukan. Buat saya ini jelas sekali. Lagian, yang ditulis Denny JA itu sekelas sinopsis film, bukan esai sastra. Oke, saya keluar.

Denny JA

Malkan Junaidi bro satu ini bagus bagus saja punya opini. Namun yang kacau jika ia merasa opininya satu satunya yang harus diterima di dunia dan akherat. Ia tak mau berada dalam satu ruangan dengan yg berbeda opini. Apa jadinya jika karakter seperti ini punya kuasa???

Malkan Junaidi

Saut Situmorang: Saya angkat kaki dari grup ini.

Saut Situmorang

AKU JUGAK KALOK SI IMPOSTOR Denny JA ITU TIDAK DIKELUARKAN!

Kurniawan Yunianto

Kurniawan Yunianto Aku mengecam orang-orang yang mencari pengaruh, apalagi dengan cara-cara yang licik dan mengandalkan uang untuk mendapatkannya. Bertobatlah kau Denny JA

Denny JA

Denny JA Insya Allah saya bertobat setiap saat, termasuk memaafkan komentar yang penuh prasangka????????????

Denny JA

Kata Einstein hanya dua hal yang tak berbatas: alam semesta dan kebodohan manusia. Kita memaafkan kebodohan manusia yang nampak dari komentar penuh prasangka sebagai bagian menyetujui pandangan Einstein????????????????

Kurniawan Yunianto

kau boleh tertawa dan menambahkan ikon tertawa dalam komentarmu, hingga kau tak diijinkan lagi untuk menangis

Denny JA

Kurniawan Yunianto semakin terasa pernyataan Einstein di atas benar????

Kurniawan Yunianto

jadi sekarang kau sedang merasa bodoh?

Dwi Pranoto

Denny JA, kalau kau menyebut Kurniawan Koernawie berprasangka, coba kau jelaskan apa motivmu membandingkan Sigit Susanto (kau sebut berpandangan luas) dengan Saut Situmorang dan Malkan Junaidi (kau sebut berpikiran sempit)? Apa landasanmu menyebut Saut dan Malkan berpikiran sempit? Apakah statusmu ini bisa disebut berkait dengan sastra atau sekedar upaya untuk menepuk dada sendiri dengan meminjam tangan Sigit Susanto?

Kurniawan Yunianto

dia orang yang tak punya integritas, mas Dwi Pranoto, dia sekarang juga bingung merasa dirinya cerdas atau bodoh

=================

  • view 16