Memilih Sahabat

Naga Senior
Karya Naga Senior Kategori Agama
dipublikasikan 10 Oktober 2016
Memilih Sahabat

Dalam Al-Quran surat Ali Imron ayat 118 disebutkan bahwa kita harus waspada dalam memilih teman kepercayaan “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang, di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu” dan di akhr ayat ditutup dengan kalimat “inkuntum ta’lamuun” (jika engkau menggunakan akal). Artinya kita diperintahkan untuk menggunakan akal untuk memilih teman kepercayaan.

Terkadang dalam berkomunikasi dengan teman kepercayaan tanpa sadar menginformasikan semua hal tentang kita. Mulai dari apa yang kita disukai, benci atau bagaimana cara pandang kita terhadap realitas. Dampaknya tanpa disadari informasi ini bisa jadi blunder jika digunakan oleh orang yang tidak bisa dipercaya atau memiliki kepentingan terhadap diri kita. Karena bisa jadi tanpa sadar, aib kita pun juga kita sampaikan ke orang kepercayaan itu. Apabila kita sedang ada konflik dengan dia dan memancing emosi dia, bukan tidak mungkin aib tersebut akan disebarkan oleh dia sebagai upaya “balas dendam” kepada kita.

Itulah mengapa kita diperingatkan Allah untuk berhati-hati dalam memilih pergaulan. Karena selain masalah di atas, masalah lain adalah soal sosialisasi nilai-nilai islami dan non islami. Dalam persahabatan, pertukaran nilai-nilai berlangsung sangat cepat dan dinamis. Sehingga tanpa kita sadari ada pergeseran nilai-nilai dlm diri kita disebabkan oleh nilai-nilai yang dibawa sahabat kita tadi. Misalnya ketika kita bersahabat dengan orang yang religius, kemungkinan besar kita juga ikut terbawa religius. Dengan kentalnya perkembangan nilai-nilai hedonisme di masyarakat, peluang terbesar adalah nilai ini yang terbawa masuk dalam alam bawah sadar kita.

Teringat pesan Allah untuk memilih sahabat selalu perhatikan aspek ini “watawa shau bil-haq, watawa shau bis-shobri”. Karena sahabat sejati akan selalu mengajak ke jalan kebenaran dan sabar dalam menekuni jalan kebenaran tersebut. Semoga di kita temukan nilai2 persahabatan yg sejati seperti ini sebelum kita mati.

Ranu Brianaga - STAIM Bandung

Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam

  • view 195