TRADISI BULLY YANG MENGAKAR

satria wibawa
Karya satria wibawa Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 05 Februari 2016
TRADISI BULLY YANG MENGAKAR

Awal cerita berawal dari tadi saya mengajar extrakulikuler kesehatan di salah satu SMP besar di kota Surakarta. Hari ini saya berpikiran untuk memberikan materi tentang Bullying yang sering terjadi pada lingkungan sekolah, awal materi saya meminta kepada mereka untuk bercerita apakah mereka pernah mengalami kejadian semacam pem bully an. tak ada dari mereka yang mau menceritakan kejadian yang menurut saya adalah suatu kejahatan besar. akhir saya terpaksa menjemput bola dengan kejadian yang pernah saya terima diwaktu saya masih duduk di bangku sekolah dasar,saat mereka mengolok-olok nama orang tua saya,hingga berimbas pada suatu saat saya tidak memberi tahu orang tua saya ada rapat sekolah,karna malu jika meraka akan di olok-olok. setelah panjang lebar saya berceritaternyata banyak dari murid saya merespon positif dengan berani bercerita kejahatan dan imbasnya pada mereka,dan tak disangka banyak cerita yang membuat saya mengelus dada hal besar yang telah mereka alami.

Tetapi setelah saya selesai dan menutup extrakulikuler tersebut ada dua anak yang menghampiri saya.
" Mas,boleh cerita " tanya mereka
" silahkan "
" gini mas saya mau cerita,tentang tadi tapi saya malu " jelasnya
" gak papa saya siap mendengarkan "

" mas kalau boleh bilang saya adalah anak dari luar nikah,setiap hari ibu sama ayah aku sering banget bertengkar sehingga tetangga ku pada mengolok saya anak dari keluarga hancur " tanpa disadari mata anak tersebut menangis
" bukan hanya itu saja mas,para tetangga ku selalu bertanya ibu saya sekarang dimana,padahal mereka tahu bahwa ibu saya meninggalkan rumah "
"mereka juga bilang bahwa Ayah saya tukang selingkuh,tapi memang benar ayah saya sudah memiliki pacar baru "

" jadi saya dirumah seperti di tahanan,dan saya lebih senang ada kegiatan diluar rumah kaya hari ini" ceritanya,

yang menurut saya untuk anak seumuran mereka adalah kejadian yang hebat dan sangat jahat untuk dia.

Akhirnya saya hanya dapat berkata untuk dia

" kamu pernah merasakan bagaimana hancurnya sebuah rumah tangga "
" kamu pernah merasakan bagaimana di bully oleh orang yang tak tahu apa apa soal keluargamu "
" sekarang tinggal kamu bagaimana membungkam mereka yang pernah meremehkan kamu dan keluargamu "

" berprestasi dibidang yang kamu suka,untuk saat ini tutup telingamu dan mata mu dan tetap yakin tidak ada orang tua yang tega akan hal ini "
mungkin aku hanya bisa bekata,karna saya sadari bahwa saya tidak pernah mengalami hal tersebut.

mungkin ada satu lagi anak yang mau cerita dengan saya,tapi saat saya tanyakan anak tersebut bilang tidak punya masalah. Tapi saya tahu betul bahwa dia memiliki masalah,semoga di lain waktu dia mau bercerita dan kejahatan ini dapat dihentikan karna kesadaran dari diri kita dapat bermanfaat untuk orang lain.

#StopBully

  • view 107