KEMATIAN

Sastraisme UM
Karya Sastraisme UM Kategori Puisi
dipublikasikan 29 Februari 2016
KEMATIAN

Pernahkah kau terbayang, jika suatu saat nanti kau pulang dan di pagar bambu, di depan rumahmu, sudah ada bendera putih atau kuning yang terpasang?

Atau pernahkah kau terbayang, jika suatu saat nanti kau pulang dan di depan rumahmu sudah banyak orang berdatangan dari segala penjuru di sekitarmu?

Saat kau mulai keheranan, setapak demi setapak kau melangkah melewati banyak orang menuju rumah. Di ruang tamu kau disambut dengan banyak airmata tertumpah dari wajah-wajah yang sangat kau kenal, mungkin keluarga atau kerabat lainnya.

Saat kau melihat sekitar, begitu banyak orang-orang bersedih, menangis sesenggukkan sambil membaca ayat-ayat suci. Saat kau melihat seonggok jasad terbujur kaku dibalut kain kafan dan kain batik selendang di depanmu.

Kemudian kau coba menyingkap kain yang menutupi wajah jasad yang terbaring itu. Kau buka perlahan. Barangkali itu adalah ayahmu, atau mungkin ibumu.

Dan jika itu adalah mereka, hal apa yang paling kau sesalkan dalam hidupmu selama kau masih hidup bersama mereka?

Apakah kau masih seperti biasa, berkata "tidak!" untuk semua perintah dan larangannya?

Apakah kau masih seperti biasa, membantah tatkala diberi nasihat oleh mereka?

Ataukah kau akan tetap berucap dengan suara keras, lebih keras dari suara mereka?

Apakah kau masih seperti biasa, membohongi mereka demi kesenangan-kesenanganmu saja?

Mungkinkah kau tetap dengan sifatmu yang keras memperlakukan mereka?

Atau mungkin hatimu memang sudah terlanjur mengeras seperti batu, hingga tidak ada sedikitpun perasaan terhadap mereka?

Ah, kau harusnya sadar, bahwa sesal selalu ada di belakang, di akhir cerita. Maka, sadarlah!

Sebelum semua itu terjadi, selama mereka masih bersamamu, bahagiakan mereka, berikan yang terbaik untuk mereka. Karena kau adalah harta terbesar bagi mereka.

Bahagiakan mereka dengan apa yang kau bisa. Jadilah anak yang baik akhlaknya dan mampu menjadi penyelamat kedua orang tua. Itulah yang mereka harapkan darimu.

Bahagiakan ayah dan ibumu, sebelum maut datang menjemput memisahkan kalian dari indahnya kebersamaan.

?

Malang 2 Januari 2016

INDRA YOGATAMA?

?

*Karya ini ditulis oleh Indra Yogatama, ketua Komunitas Sastraisme UM