Rindu

Fasya Rahmania Hasan
Karya Fasya Rahmania Hasan Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 16 Oktober 2016
Rindu

Rindu, sebuah kata banyak makna.

Akankah rindu layaknya seperti punuk yang merindukan bulan?

Akankah rindu layaknya hujan yang merindukan adanya pelangi?

Atau akankah rindu layaknya bulan yang merindukan hadirnya matahari untuk membuatnya hangat?

Ah, rindu, kamu simple tapi kadang ribet.

Rindu, kadang kau kalah dengan ego, dan tak jarang pula kau kalah dengan keadaan.

Bagaimana bisa dua insan manusia saling merindukan, sedangkan sudah jelas mereka belum bisa bertemu? 

Lantas apa obat penawar rindu itu?

Ah, bagaimana dengan doa? Akankah bisa menyembuhkan?

Memanglah benar, untuk rindu yang tak bisa bertemu, doa adalah obat penawar yang mujarab untuk rindu itu sendiri.

Seberapa kuat doa itu untuk bisa menyembuhkan rindu?

Sekuat rindu itu sendiri.

Ah rindu. Kadang kau membuat insan manusia tak bisa fokus karenamu.

Tak jarang pula, ada yg sakit karena menahanmu terlalu lama.

Untukmu, yang aku (r)indukan, biar aku saja yang menahan rindu ini, kau jangan, karena ini berat. Semoga kau baik-baik saja.

Dulu kita pernah sedekat nadi, namun sekarang, kita sejauh matahari dan bumi yg jarang bertemu.

Kita jauh, karena aku percaya takdir akan berbaik hati kepada kita, dan menyatukan kita kembali dalam keadaan baik.

Sejauh apapun itu, (r)induku untukmu akan tetap sampai, karena aku menyayangimu.

Salam (r)indu dariku, untukmu.

  • view 159