KEPERCAYAAN dan KEJUJURAN

Debbye Sartikha
Karya Debbye Sartikha Kategori Inspiratif
dipublikasikan 08 Agustus 2017
KEPERCAYAAN dan KEJUJURAN

Bagi penggemar film Bollywood yang berjudul “Mann”, satu kisah tentang percintaan dan kehidupan, yang dibintangi oleh Aamir Khan sebagai Dev dan pemeran wanita Manisha Koirala sebagai Priya. Saat mereka menjalin pertemanan di sebuah kapal dari Singapore menuju Mumbai, di suatu dinner Priya berkata kepada Dev yang sangat terkenal ke-playboy-annya, “Mendapatkan kepercayaan itu mudah. Dan memutuskannya lebih mudah. Yang sulit adalah menjalin kepercayaan itu”.

Dan di sini saya tidak membahas tentang kisah percintaan, tapi KEPERCAYAAN dan KEJUJURAN. Diantara kita pasti pernah mengalami cobaan ini, ketika Anda (sebagai bawahan) sedang menjalin sebuah kerjasama dengan seorang partner kerja yang juga seorang bawahan. Atasan mempercayai Anda untuk mengurus semuanya, dan saat sampai ke tahap hitung-hitungan materi, apakah Anda berani melawan godaan jika partner menawarkan sebuah kecurangan? Dengan maksud berbagi hasil.

Atau ketika seorang anak ABG diminta ibunya untuk membeli gula sekilo di warung, lantas uang sisa belanja tidak dikembalikan?
Dengan alasan hilang, dijajankan atau sebagainya.

Dan masih banyak contoh kecurangan lainnya yang tidak dapat saya tuliskan satu persatu. Bagi yang tergoda pasti akan langsung menyetujuinya. Bagi pemula mungkin ada pertimbangan, jika itu mendesak misal karena kondisi dompet mulai menipis padahal mau bayar uang kos-kosan, mau bayar kontrakan, mau belikan susu anak, dan lainnya, akhirnya menerima jalan kecurangan.

Beranikah Anda berkata “TIDAK” untuk hal ini? Sebagai seorang yang beriman kepada Tuhan, seorang yang takut akan Tuhan, pasti akan berkata tidak. Karena ia percaya bahwa Tuhan melihat apa pun yang ia kerjakan dan lakukan. Materi yang didapat dengan cara curang tidak akan menjadi berkat, karena Anda mengambil yang bukan menjadi hak Anda. Bukan hasil kerja keras Anda. Saya menyebutkan, “bukan hasil kerja keras otak” . Seberapapun nilai yang Anda ambil, pastilah hanya sebatas itu saja nikmatnya tidak akan bisa lebih dan rasa kekurangan itu pasti selalu ada dan inilah yang dikatakan dengan ‘tidak berkah’.

Jangan karena banyaknya kebutuhan Anda sampai melakukan hal curang yang mungkin tampak biasa saja, tapi itu sebuah kekejian. Itu bisa merusak kepribadian Anda di mata orang. Yang tadinya Anda seorang yang dipercaya, karena hal tersebut kepercayaan terhadap Anda hilang begitu saja. Bersembunyi dari kecurangan ada batas waktunya. Pasti akan terlihat juga. Dari itu, hati-hati dalam bertindak, berpikirlah sebelum berbuat. Dampak apa yang akan Anda terima setelahnya. Mungkin tidak langsung tapi di hari mendatang pasti akan Anda tuai. Ingat, sekali mencicip pasti ketagihan.

Inilah satu pelajaran yang selalu saya terapkan dimana pun saya kerja dan berada.

Jagalah kepercayaan orang terhadap Anda.
Jujurlah dalam bertindak karena upahnya adalah ketentraman dan ketenangan.
Bersyukurlah itu yang terpenting.

GOD BLESS US

  • view 48