Jangan Pernah Menyesal Membahagiakan Orang Lain

Sarrah Febritama
Karya Sarrah Febritama Kategori Renungan
dipublikasikan 02 Januari 2017
Jangan Pernah Menyesal Membahagiakan Orang Lain

"Jangan pernah menyesal dalam membahagiakan orang lain..." (Sudjianto, 2016) 

 

Aku memiliki sesosok -yang biasa kalian kenal dengan sebutan- rektor, dosen, sekaligus ayah kedua di kampus. Begitu pentingnya sosok itu sampai tiap kata yang mengucur darinya perlahan tapi pasti mengalir padaku, meresap ke relung hati. Seperti 3 Desember lalu misalnya. Dengan wajah sungguh-sungguh disertai nada tulusnya, Ia berkata, "Jangan pernah menyesal dalam membahagiakan orang lain..." dan aku langsung mengabadikan kata-katanya dalam catatan di ponselku.

"Jangan pernah menyesal dalam membahagiakan orang lain..." Begitu katanya.

"Jangan pernah menyesal dalam membahagiakan orang lain..." Lalu bagaimana kalau seseorang yang berusaha kubahagiakan menyakiti hatiku?

"Jangan pernah menyesal dalam membahagiakan orang lain..." Kata-katanya terus kuputar dalam kepalaku sampai aku benar-benar bisa menerimanya.

"Jangan pernah menyesal dalam membahagiakan orang lain..."

Baiklah. Aku memang harus melapangkan hatiku, menenggelamkan seluruh luka yang telah tertoreh. Kalau memang seperti ini yang harus kurasakan, berarti tidak ada yang patut disesali, kan?

  • view 120