Buah Hati Kalian

Sapi Moe
Karya Sapi Moe Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 05 Juni 2016
Buah Hati Kalian

Ayah, Ibu anakmu sudah dewasa. Bolehkah aku berkeluh kesah apa yang aku alami saat aku masih kecil?

 
Ayah.... Saat aku kecil engkau kemana? Kenapa kamu tidak pernah ada dirumah? Kenapa kamu selalu sibuk dengan pekerjaanmu? Apa kamu tidak kangen dengan anakmu ini? Mungkin aku hanya anak yang tak mengenal kasih sayangmu hanya saja mengenal uang jerih payahmu.
 
Ibu... Saat aku kecil kenapa kau selalu memukulku? Saat aku kecil kenapa kau membentakku jika kau kesal dengan Ayah? Apakah aku anak yang sebagai pelampiasan amarahmu maka kamu selalu memukulku jika aku meminta sesuatu darimu Ibu? 
 
Ibu... Kamu sadar aku ini anakmu? Anak yang tidak kamu inginkan saat usia ku dua minggu didalam kandunganmu. Yang kau selalu bilang kepada orang-orang diluar sana, jika dulu kamu tidak menginginkanku karena kamu mikirkan anak pertamamu. Kenapa dulu tidak kamu gugurkan aku saja? Kenapa Ibu? Kenapa? 
 
Ibu... Kenapa kau selalu membedakan aku dengan Saudaraku? Aku memang berbeda darinya, aku punya tumbuh kembang yang berbeda darinya. Tapi kenapa aku selalu diperlakukan tidak adil olehmu? 
 
Ibu... Anakmu beranjak remaja, tetapi disitu aku merasa jauh denganmu. Engkau seperti orang asing bagiku. Entah kenapa. Mungkin dari dulu Aku hanyalah sebagai pelampiasan kekesalanmu sama Ayah. Ibu... kamu tau perasaan saat aku kelas dua SD kau bertengkar dengan Ayah dan kalian melemparkan barang yang ada di dekat kalian. Dan saat itu kalian bertengkar hebat, aku yang ingin tidur menjadi tidak bisa tidur mendengar kalian bertengkar. Apa yang kalian rasakan jika anak kalian tau kalian bertengkar di depannya? Rasanya ingin marah, nangis sejadi-jadinya karena kalian. Kenapa kalian bertengkar? Karena aku selalu mendapatkan nilai jelek di sekolah hingga kalian saling menyalahkan. Ayah... disaat usia ku beranjak lima tahun kamu hanya bilang "Nak, kamu jangan nakal. Kamu musti nurut apa kata Ibumu" . Rasanya hati ini ingin menangis. Aku tidak butuh nasehatmu Ayah. Tapi aku butuh pelukkanmu dan kasih sayangmu. Aku dari kecil tidak pernah merasakan kasih sayangmu Ayah. Kamu selalu pergi pagi pulang pagi. Anakmu ini tidak kamu sentuh sedikit pun.  
 
Remajaku hilang karena aku lebih memilih duniaku. Karena aku merasa orang tuaku merasa jauh. Aku mencoba mencari jati diri. Hingga kau tau apa yang pernah terjadi dalam hidup remajaku. Kalian bukan merangkulku untuk aku bisa dekat dengan kalian. Malah aku merasa lebih jauh dengan kalian. Kalian hanya memukulku dengan gagang sapu hingga badanku memar, muka babak belur. Disitu hati ini hancur. Kalian selalu menyalahkanku kalau aku hanya bikin malu keluarga. Kalau aku bisa balikkan perkataannya, kenapa dulu kau pertahankan aku dijaninmu Ibu jika kau tidak inginkan aku berada ditengah kalian? 
 
Ayah... Ibu... Maafkan anakmu ini jika anakmu ini hanya bisa nyusahkan kalian dari masih dalam janin hingga aku dewasa ini. Ayah... Ibu.. Biarkan aku pilih jalanku sendiri, lepaskanku biar aku tidak menjadi beban kalian lagi. Ayah... Ibu... jasa kalian akan aku kenang hingga aku tua nanti. Dan biarlah aku yang merasakan tanpa kasih sayang kalian aku bisa hidup tegar. 
 
Ayah... Ibu... Aku sayang kalian...

  • view 141