Ayah, ijinkan aku untuk pamit

Sapi Moe
Karya Sapi Moe Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 17 Mei 2016
Ayah, ijinkan aku untuk pamit

Bayi aku kamu selalu ada, tetapi kenapa disaat aku beranjak anak-anak engkau malah jauh? Kenapa engkau lebih milih kedudukan ketimbang anakmu ini.

Ayah, jaman aku bayi Ayah takut gedong aku. Dan gendonganmu amat sangat hati-hati. Engkau tak bisa lepas pelukan dari tubuh ini. 

Disaat aku beranjak menjadi anak-anak yang punya tumbuh kembang yang baik. Ayah ku pergi meninggalkanku untuk sebuah jabatan di kantor.

Ayah, aku iri dengan teman-temanku yang tiap hari melihat mereka diantar ke sekolah oleh Ayahnya. Sedangkan aku diantar oleh sebuah becak. Dan selalu berfikir "kapan aku bisa dianter sama kamu Ayah?". Sebenarnya penting mana Aku sebagai anakmu atau jabatan yang engkau cari?

Ayah, engkau tidak senang jika anakmu ini memiliki tumbuh kembang baik? Ayah, apakah engkau tidak sayang kepadaku? ooohh.... Ayah.... kenapa engkau jauh. Kemana Ayah yang pernah aku kenal. Yang dulu selalu gendong aku, nyanyikan aku saat ingin tidur dan selalu kecup kening aku. 

Ayah, anakmu ini sudah dewasa. Ayah, bentar lagi anakmu ini akan dilamar oleh pria yang akan menggantikan ayah.

Ayah, tidak sedih jika aku bersamanya? 

Ayah tolong terima lamarannya, mungkin dia adalah jodoh yang baik dari yang baik dikasih oleh Allah.