Farah Quinn Pesonanya Budaya Indonesia

Cahyono Ananta Toer
Karya Cahyono Ananta Toer Kategori Inspiratif
dipublikasikan 17 Maret 2016
Farah Quinn Pesonanya Budaya Indonesia

Keterbatasan ragam definitif tentang konteks budaya dan norma sistemik kerap menimbulkan dugaan ?songong? terhadap budaya minoritas. Wajah cantiknya Farah Quinn bukti pesonanya ragam budaya di Indonesia, terkhusus warga pedalaman Papua yang amat mengikat dalam jiwa mereka sehingga tak terbantahkan oleh definisi ?mesum? macam para pencibir segala keberagaman budaya. Memalukan tentunya, atau bahkan tak memiliki kemanuluan. Sehingga tak mampu membedakan antara konteks budaya, gender, sex, nafsu ata apalah macamnya bahkan lupa diri barangkali.

Di sini saya hendak menyampaikan ?ide? liar saya soal pesona yang tersimpan dalam jepretan kamera Farah Quinn. Penulis melihat bahwa pesona warga Papua tak kalah menarik dan elegannya untuk dijadikan sebagai objek pemotretan, sebagai bukti keragaman budaya di Indonesia.

Jadi, dilingkungan masyarakat online ala facebook ataupun twitter misalnya. Kita tak selalu dipertontonkan aksi-aksi norak bahkan stigmatik macam aksi ?Fans Preman Indonesia? (FPI) ini. Justru promosi keberagaman budaya yang dimiliki Indonesia layaknya warga Pedalaman Papua ini, tentu ini lebih mencerahkan para fans kekinian. Berbicara soal budaya, jangan sesekali kau simpan hornimu diatas ide mesum itu. Seperti dibilang Ivone Lay Ataupah, kiranya kau perbanyak traveling untuk menghindari ?ejakulasi? otak. Hehe, seperti apa yah. ?

Menarik untuk dikemas menjadi sebuah deretan kosa-kata di inspirasi.co ini. Perspektif tak sebatas pada norma, pengalaman dan pemahaman itu jauh sebelum perspektif itu muncul. Tak salah ketika Ivone Lay Ataupah menyarankan kita perbanyak kongkow dan traveling, bila perlu tensi ?horni? ngopimu dinaikan. Jangan sekedar ?horni? menghujat budaya orang, awas terjebak dalam norma (bukan norman kamaru polisi ngartis). Pertajam paradigma kita sebagai landasan memperluas wawasan, disini pikiran kita tetap sehat dan jernih bahkan tak terjebak definisi sempit laiknya abang Ustadz yang suka nge-Hits macam bang Tenggo Win.

  • view 217