LA Nyalla; Primadona “Titipan” Istana

Cahyono Ananta Toer
Karya Cahyono Ananta Toer Kategori Politik
dipublikasikan 17 Maret 2016
LA Nyalla; Primadona “Titipan” Istana

Uang-ku tak lagi banyak, jangankan untuk bayar utang yang kian menggunung kini kau masih saja bertingkah layaknya atraksi konyol versi episode cctv di salah satu televisi swasta (awas pak, jangan terjebak atas buaian dan sanjungan Joko Widodo karena kau sudah jadi pesanan kuat Istana, jabatan kok pake delievery bang). Eh ternyata, kau kepleset juga. Baru saja kau merintih, eh merintis dalam lembaga baru dan amat asing tentunya untuk dikelola orang macam kau ini.

Ribuan pecinta sepak bola mengharap pembekuan PSSI segera dipulihkan, sebelum pulih kini tingkahmu terlalu malu-malu untuk membuktikan kalau sifatmu sebenarnya butuh apresiasi yang berlebihan. Sehingga apresiasi berlebihan itu cukup membuktikan kalau kau benar-benar rocker, eh broker maksudnya. Sungguh, teramat mulia kau dihadapkan dengan ?preman-preman? (atas legitimasi ideologi tak beradab) sebuah perkumpulan yang mestinya kau muliakan dan rawat seindah mungkin.

Atas apresiasi tinggi Kejaksaan Tinggi Jatim dengan dilayangkannya surat pemeriksaan, kemuliaan itu dibantah segenap partisipan kader permen pinjaman sementara (PPS) menuntut untuk membatalkan ketetapan bang LA sebagai tersangka kasus kongkow bersama Kadin Jatim 2016. Kongkow abang LA alias La Nyalla ini terlalu dibatasi oleh kesukaan abang akan barang macam pemanis ala PPS diatas.

Tentunya ini tragedi yang rumit untuk dirumuskan dalam studi persepakbolaan. Perusakan dunia sepak bola hampir nyata ditengah-tengah fans sepka bola Indonesia, kini hadir bedebah birokrat yang bersarang atas prahara PPS sebagai bukti apresiasi "Istana hati-Ku", kata bang Haji Rhoma Irama.

  • view 248