Ahok dan Sepatu Emas-nya Jamie Vardy

Cahyono Ananta Toer
Karya Cahyono Ananta Toer Kategori Politik
dipublikasikan 16 Maret 2016
Ahok dan Sepatu Emas-nya Jamie Vardy

Lagi-lagi, galauers Indonesia diributkan dengan aksi ?sesajen? politik ala Ahok. Informasi seputar politik tuan rumah pemerintah, DKI Jakarta kian melejit atas suguhan sosok primadona negarawan seperti Ahok, yang gemar ?ngomelin? rekan kerjanya laiknya episode katakana putus lelucon ala Komisi Penyiaran Indonesia ini.

Ahok ini makin kesini justru menunjukkan kebaikan yang terlalu, seperti kata bang haji Rhoma Irama ?sungguh terlalu?, ?songong? juga nih orang. Sayang, dalamnya ambisi Ahok untuk JKT1 tak sedalam banjir Jakarta. Jalur independen yang ditempuhnya, tak menutup kemungkina tuk dibuntuti poli-tikus di Daerah.

Partai sekarang tak seindah malam minggunya Raditia Dika, jomblo tapi berkesan dan dipuja-puja kaum galauers Indonesia, terkhusus Jakarta. Ahok barangkali ingin seperti komika idaman jomblowan, sendiri tapi bisa menyelesaikan banyak masalah. Walau terkadang diiringi dengan rasa galau yang berlebihan, tak jarang ngomel-ngomel pula.

Barangkali Ahok ingin sesekali bergumam, ?ah, bukan saya yang galau karena jomblo? ada yang lebih parah lagi dari saya. Justru mereka (Parpol) yang mulai kehilangan gebetan tak berselera partai masa kini laiknya episode bang Tengku Wisnu (Islam Masa Kini) dan kekinian, katanya. Lelucon apa lagi ini.

Fans Terhadap Partai (FTP) Indonesia mulai kehilangan kepercayaan atas sikap kekasihnya (demokrasi) di Indonesia, tentu karena ulah gebetan ala parpol bedebah. Kasihan, masyarakat yang jujur dan yakin akan demokrasi kini dobohongi kekasihnya yang tak lagi setia atas misi demokrasi dalam bercinta, eh bercita.

Ahok, kegalauanmu sudah saatnya menjadi motivasi atas cita-cita demokrasi yang transparan. Biasnya perilaku politik Indonesia, kau terangi dengan lampu hias bernuansa cahaya emas laiknya sepatu striker Leicester, Jamie Vardy.

  • view 140