Tere Liye; Aku-lah yang Ter-Hits

Cahyono Ananta Toer
Karya Cahyono Ananta Toer Kategori Sejarah
dipublikasikan 02 Maret 2016
Tere Liye; Aku-lah yang Ter-Hits

Tradisi kekinian, selalu mengedepankan aksi nge-Hits kata para jomblowan ala Tere-le-le-Liye. Sederet kalimat ini yang hendak saya sampaikan sebagai respons sederhana postingan hits bung Tere Liye Muslim karbit-?an? agar pisang mudah masak.

?Indonesia itu merdeka, karena jasa-jasa tiada tara pahlawan-yang sebagian besar diantara mereka adalah ulama-ulama besar, juga tokoh-tokoh agama lain.

Orang-orang religious, beragama.

Apakah ada orang komunis, pemikir sosialis, aktivis HAM, pendukung liberal, yang pernah bertarung hidup mati melawan serdadu Belanda, Inggris atau Jepang? Silahkan cari.

Anak muda, bacalah sejarah bangsa ini dengan baik. Jangan terlalu terpesona dengan paham-paham luar, seolah itu keren sekali; sementara sejarah dan kearifan bangsa sendiri dilupakan.?

Andai kau beri aku sepuluh Tere Liye, maka akan kuguncang dunia Hits ala medsos. Hemat penulis, Bung Tere sungguh berani, juga tak mau tau apalagi malu soal statementnya yang sedikit menggelitik dan bikin geli ini laiknya pesona Cita-Citatos. Semua masyarakat facebooker seakan tertuju dan simpatik atas ulasan Bung Tere tentang sejarah bangsa ini.

Berbicara soal sejarah, tentu sensitif bahkan terkadang bukan soal substansi yang disuguhkan dalam sebuah karya, tapi soal ancaman popularitas yang menghambat karirnya. Kita yakin saja bung Tere ini sudah menghatamkan buku-buku sejarah Indonesia. Seperti karyanya penggemar budaya nusantara, M.C. Ricklefs, Sejarah Indonesia Modern (1995), walaupun tak sedikit halaman sekedar dilirik ?barangkali, sehingga ia mengalami kebanggaan ?bengong? atas sejarah.

Masih banyak lagi tentunya cakrawala karya-karya produktif yang telah ditawarkan penulis-penulis tersohor, seperti Moh. Ali, Pengantar Ilmu Sejarah Indonesia (2005), bukunya Adrian Vickers, tentang Sejarah Indonesia Modern (2011), serta buku keren masih banyak lagi untuk sekedar konsumsi kita yang tak ingin alergi sejarah.

Tentu kita kerap menyaksikan beberapa peran penting para pejuang (bukan legitimasi ideologi), yang justru memberikan banyak kontribusi besar pada bangsa ini. Seperti halnya Soekarno (pencetus NASAKOM), Mohammad Hatta, Tan Malaka, Amir Sjarifuddin, Sutan Syahrir, Aidit, dan Musso, serta masih banyak tokoh-tokoh non ulama (rakjat biasa yang terlibat dalam perang membela kemerdekaan) dan mereka "komunis" tentunya yang mungkin tidak dapat penulis sampaikan secara utuh disini.?